oleh

Kader Bela Negara Kekuatan Penjaga NKRI

Radarkotanews.com – Semangat Bela Negara yang diinginkan oleh Menhan sudah sesuai dengan amanah UUD 1945 pasal 30 ayat 2 UUD 1945 menyatakan “usaha pertahanan dan keamanan Negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh TNI dan POLRI sebagai kekuatan utama, dan rakyat sebagai kekuatan pendukung”. Namun Hari menilai, ide atau gagasan kader bela negara mendapat penolakan dari lsm-lsm yang sudah menjadi rahasia umum mereka kepanjangan dari Asing (antek-anteknya).

“Penolakan yang dilakukan hanya bicara soal anggarannya saja, padahal kader Bela Negara saat ini dibutuhkan menjadi penyegar disaat bangsa ini tak tentu arahnya,”kata Direktur Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto di Jakarta, Jum’at (16/10/2015).

“Kader Bela negara lahir pada saat yang tepat untuk melahirkan kader-kader Bela Negara terutama komponen pemuda dan mahasiswa yang sedang mengalami degradasi dampak dari budaya barat yang telah merusak tatanan bangsa in”

Menurut dia, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus dipertahankan dan turunannya adalah kegiatan Bela Negara. Dan konsep Bela Negara yang lebih programatik harus di ejawantahkan segera mungkin agar NKRI tak karam oleh lembaga-lembaga kepanjangan tangan asing (antek-anteknya) seperti kontras, elsam, imparsial, setara institute dll, yang track recordnya jelas-jelas menjual ham kepada para donatur-donaturnya yang berada diluar negeri.

Maka konsep bela negara adalah menjaga keutuhan NKRI semata dari kondisi global saat ini. Proxy war antara AS cs vs China cs harus dijawab segera oleh para pemangku kebijakan bangsa ini dan jawaban tersebut adalah dengan kader bela negara demi NKRI yang berdaulat.”teegas hari.(F)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed