oleh

JK Yakini Masjid dan Musholla di Indonesia Tidak Terpapar Radikalisme

RadarKotaNews – Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla (JK), kemukakan cara Pencegahan paham radikalisme, hal itu bisa dimulai dari materi para pendakwah di masjid atau pun di musholla. Dengan mempersiapkan dai-dai yang baik, merupakan salah satu untuk mencegah paham radikalisme masuk ke Indonesia.

Ungkapan mantan Wakil Presiden ini, menanggapi pernyataan BIN soal sedikitnya ada 51 penceramah yang menyebarkan paham radikal di 41 masjid.

Namun JK meyakini bahwa masjid dan musala di Indonesia tidak terpapar radikalisme. JK menyebut jika dipersentase dari 1 juta masjid dan musala di Indonesia, 99,9 persen itu bebas dari paham radikal.

“Tidak mungkin sejuta ini terpapar. Mungkin ada 1-2 atau 4 orang yang bicara radikal. Tapi ada 1 juta masjid dan musholla, 99,9 persen itu aman,” kata JK usai acara groundbreaking Masjid Apung, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (9/11).

“Tentu ialah perbaikan ke arah para pendakwah juga tentu mempersiapkan dai-dai yang memang baik, moderat, yang punya pemahaman agama yang cukup,” ujar JK menambahkan.

JK berharap, agar semua pihak dapat membedakan mana materi ceramah yang menyampaikan materi amar ma’ruf nahi munkar dan mana yang dinilai radikal.(wr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed