Jika Ditemukan Penyimpangan Dalam Pelaksanaan Formula E, Bamsoet Harus Bertanggung Jawab

RadarKotaNews, Jakarta - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo atau yang populer dengan sapaan Bamsoet harus bertanggung jawab apabila terdapat kerugian negara dalam penyelenggaraan ajang balap Formula E.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3I), Tom Pasaribu, Jumat (26/11/2021).

Hal tersebut disampaikan Tom seiring dengan keterlibatan Bamsoet dalam menindaklanjuti perhelatan balapan mobil listrik yang saat ini masih diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Bamsoet harus turut bertanggung jawab penuh apabila KPK menemukan penyimpangan dalam pelaksanaan Formula E," ujar Tom.

Menurutnya, ajang Formula E apabila ingin tetap dilaksanakan maka harus mengikuti perhitungan untung rugi dan tujuan dari Pemerintah Provinsi DKI sebagai pengusul.

Nantinya, lanjut Tom, jika maksud dan tujuan dari pengusul Formula E di Jakarta tidak sesuai dengan yang diucapkan, maka Bamsoet juga harus turut bertanggung jawab.

Tidak hanya itu, Bamsoet yang juga Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat, dinilai harus bertanggung jawab seandainya perhelatan balap mobil listrik tersebut justru mengalami kerugian.

"Demikian juga apabila event Formula E rugi, Bamsoet harus turut mempertanggung jawabkan kerugian tersebut," katanya.

Tom mengatakan, tidak ada masalah apabila Bamsoet ingin terlibat bahkan mendukung penyelenggaraan Formula E di Jakarta, asalkan memberi kejelasan besaran biaya yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi DKI.

"Tapi bamsoet harus menerangkan secara rinci berapa besar biaya untuk Formula E, berapa biaya yang sudah dikeluarkan DKI untuk biaya formula E secara keseluruhan sebelum beliau ikut terlibat," ujarnya.

"Karena uang APBD dan uang BUMD harus jelas pertanggungjawabannya," kata Tom. [Ip]

Penulis:

Baca Juga