Israel Didukung Adidaya, Palestina Dibela Setengah Hati

Aktivis Muslimah, Milda, S. Pd (Ist)

Oleh: Milda, S.Pd

Lagi-lagi serangan udara Israel di Jalur Gaza menghancurkan beberapa rumah dan menewaskan puluhan warga Palestina di Jalur Gaza. Ada 42 orang tewas, termasuk 10 anak-anak.
Dilansir dari Reuters, serangan itu dilakukan pada Minggu (16/5/2021). Militer Israel mengatakan korban sipil tidak disengaja. (news.detik.com)

Dunia menyaksikan kesadisan, kebrutalan, dan kebiadaban sang laknatullah siapa lagi jika bukan tentara zionis Israel beserta antek-anteknya. Bagaimana tidak? Kerusakan demi kerusakan begitu nyata di depan mata dunia. Ini memberikan gambaran bahwa mereka inilah yang pantas disebut dengan teroris.

Akal menjadi lumpuh tak terarah walau fakta menunjukkan siapa yang berbuat, siapa yang tertuduh endingnya tetap Islam yang tertuduh. Inilah dunia kapitalis-sekuler dunia yang penuh dengan penuh tipu muslihat, akibatnya penguasa jadi tidak bisa berbuat apa-apa dan menjadi boneka dari para kafir penjajah.

Bagaimana mungkin Islam acapkali diberi lebel dengan julukan teroris, radikal, pemecah belah, dan lain sebagainya. Sedangkan fakta berbicara bahwa merekalah para musuh-musuh Allah SWT yang menjadi biang kerok dari segala kerusakan, penindasan, kedzoliman maupun kejahatan-kejahatan lainnya yang menimbulkan banyak masalah. Jelas suatu hal yang tidak masuk akal manusia.

Lihatlah satu-satunya negara yang masih terjajah hingga saat ini serta selalu mendapat berbagai tekanan dari zionis Israel yang berambisi menguasai Al-Quds dengan berusaha mengusir warga sipil untuk meninggalkan tanah Palestina. Karena menurut kepercayaan Bani Israel akan datang mesies yang telah dijanjikan dalam kitab Taurat bani Israel mereka yakin dengan kepercayaan kitab-Nya dan beriman dengan apa yang menjadi keyakinannya.

Maka ummat muslim juga harus bisa menjaga dan berjuang untuk membebaskan tanah milik ummat muslim diseluruh penjuru dunia sebagai bentuk keimanan kepada Allah SWT. Kita wajib membebaskan tanah warisan ummat muslim Palestina tidak ada alasan untuk tidak membela tempat suci tersebut. Sehingga tidak pantas rasanya jika ada sebagian ummat Rasulullah yang justru diam tanpa berbuat apapun dan bahkan tidak peduli sama sekali atas kedzoliman yang terjadi. Untuk itu kita wajib membela dan menjaga kehormatan ummat yang tertindas baik Palestina, Myanmar, Uighur, Rohingya, India dan lain-lain.

Namun saat ini tanah suci ummat muslim dirampas dengan penuh keserakahan akibatnya tidak adanya perisai yang mampu melindungi tanah suci yang diberkahi itu. Akibatnya warga Palestina mendapatkan berbagai penindasan seperti anak-anak yang tidak berdosa menjadi korban kebrutalan zionis Israel, traumanya wanita yang diperkosa secara sadis, gedung-gedung yang dibombardir, rumah-rumah mereka yang hancur tak tersisa.

Selain itu salah satu yang menjadi korban kebiadaban tentara zionis Israel juga menjadi perhatian masyarakat dunia yaitu dengan melepas paksa kerudung wanita muslimah. Timbul pertanyaan di tengah masyarakat dunia. Ada apa dengan dunia? Dimanakah penguasa muslim? Yang katanya dapat membantu mereka. Mengapa agama Islam yang selalu menjadi sasaran empuk bagi sang laknatullah.

Terbunuhnya seorang mukmin saat ini sangat jelas bahwa penguasa tidak berdaya melindungi ummat muslim, pasalnya penguasa berada di bawah kendali negara adidaya.

Keadilan bagi ummat muslim saat ini yang tidak terarah. Untuk apa ada HAM jika hanya berpihak pada pendiri PBB saja, yang hanya kongkalikong dengan para petinggi organisasi PBB. Sejatinya persidangan yang selalu diadakan dalam sebuah organisasi PBB justru hanya narasi kosong belaka yang tak ada bukti maupun argumentasi dalam membela Palestina. Berharap dengan PBB ibarat mengisi air dalam ember namun ember tersebut memiliki lubang yang tak bisa memenuhi air.

Berkali-kali persidangan dalam rapat PBB hasil tetap "Zonk" kecaman demi kecaman hanya mampu dilakukan oleh penguasa negeri-negeri kaum muslimin ditambah sedikit bantuan kemanusiaan untuk pencitraan semata tanpa mau mengirim pasukan bersenjata serta kekuatan militer untuk melawan musuh. Sangat nampak penguasa muslim sebagai pecundang yang makin menambah derita Palestina.

Tidak bisa dipungkiri mereka para pembuat kebijakan makin masif menggencarkan serangan-serangan brutal demi melihat kehancuran ummat muslim. Namun mereka tidak menyadari kemenangan saat ini memang berpihak pada musuh-musuh Islam tetapi akhir dari perjuangan ummat muslim adalah kemenangan Islam. Musuh-musuh Allah SWT masuk dalam kehinaan. Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa ta'ala.

وَالَّذِيْنَ كَسَبُوا السَّيِّاٰتِ جَزَاۤءُ سَيِّئَةٍ ۢبِمِثْلِهَاۙ وَتَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ۗمَا لَهُمْ مِّنَ اللّٰهِ مِنْ عَاصِمٍۚ كَاَنَّمَآ اُغْشِيَتْ وُجُوْهُهُمْ قِطَعًا مِّنَ الَّيْلِ مُظْلِمًاۗ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚهُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

"Adapun orang-orang yang berbuat kejahatan (akan mendapat) balasan kejahatan yang setimpal dan mereka diselubungi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari (azab) Allah, seakan-akan wajah mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya". (QS. Yunus ayat 27)

Dengan ancaman Allah terhadap orang-orang yang berbuat dzolim. Maka akan mendapatkan balasan yang setimpal sesuai dengan perbuatannya. Ini mestinya menjadi rujukan bagi manusia agar tidak menimbulkan berbagai kejahatan-kejahatan yang saat ini banyak terjadi di negeri-negeri khususnya negeri muslim.

Satu-satunya jalan untuk bisa membebaskan masjid Al-Aqsa dari kungkungan agresi adalah dengan jihad dan Khilafah. Sebab hanya dengan Khilafah seluruh ummat muslim akan bersatu melawan kedzoliman, melawan negara-negara adidaya yang bersekongkol dengan negara penjajah yang saat ini kemenangan masih diduduki oleh negara penjajah. Hanya dengan khilafah akan mengembalikan kehormatan dan membebaskan masjid Al-Aqsa yang dirampas oleh musuh-musuh Islam serta memberantas segala sistem kufur yang berada di tengah-tengah ummat muslim.

Ummat mesti sadar bahwa Khilafah merupakan mahkota kewajiban sebab, hanya dengan khilafah seluruh hukum-hukum Allah akan di terapkan tanpa terkecuali.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa ta'ala terhadap pentingnya menegakkan Khilafah.

قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ.

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang Khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (Khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah : 30)

Wallahu Alam Bishawab.

*) Penulis adalah Aktivis Muslimah

Baca Juga