Islomofobia Marak, Umat Islam Butuh Junnah

Widiawati, S. Pd (Ibu Rumah Tangga dan Aktivis Dakwah)

Oleh : Widiawati, S.Pd

Indonesia adalah negeri mayoritas muslim terbesar, maka sudah menjadi kewajiban jika warga muslim menjalankan syariat secara utuh, menjalankan apa yang di perintahkan oleh Islam begitu juga meninggalkan apa yang di larang, tanpa ada diskriminasi dari pihak mana pun yang di sertai dengan narasi yang bisa menimbulkan kerusakan di tengah-tengah umat Islam.

Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) telah menetapkan tanggal 15 Maret sebagai Hari Internasional untuk memerangi Islamofobia. Menteri agama Yaqut Cholil Qoumas mendukung penetapan hari anti-Islamofobia itu. PBB membuat keputusan lewat sidang umum PBB. Selasa (15/3) kemarin. Mulai saat itu, 15 Maret menjadi hari anti-islomofobia.

Sungguh ironi jika kita melihat kondisi yang ada saat ini, syiar Islam kian di batasi. Mulai dari pengaturan suara adzan dengan menertibkan pengeras suara di masjid, ulama dipersekusi, kajian di bubarkan dan lain-lain. Dengan adanya fakta ini tentu patut di pertanyakan, kenapa umat Islam takut terhadap agamanya sendiri, padahal Islam adalah agama damai dan menjaga keselamatan bukan hanya di dunia namun sampai di akhirat kelak.

Gencarnya berbagai framing buruk terhadap Islam, tentu ini sangat berbahaya karena akan menciptakan Islomofobia akut di tengah umat Islam. Maka tidak heran jika kita temui ada sebagian individu muslim memilih biasa-biasa saja dalam beragama karena tidak ingin di anggap terlalu ekstrim dan lain-lain.

Sejatinya munculnya Islamofobia di tengah-tengah warga muslim tentu tidak lepas dari peran sistem aturan yang diterapkan saat ini, sistem kehidupan yang melahirkan sekularisme terus berupaya menjauhkan umat Islam dari agamanya. Islam hanya di tampilkan sebagai ibadah ritual belaka, bukan sebagai tatanan aturan yang mampu memberi solusi tuntas terkait problematika umat saat ini.

Aturan yang bersumber dari hukum syariat sudah pasti membawa kedamaian dan juga keselamatan dunia dan akhirat bagi seluruh umat. Aturan yang jelas serta tegas, mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Aturan ini ditetapkan tanpa ada diskriminasi kepada pihak siapa pun.

Karenanya, umat Islam harus lebih giat lagi mempelajari Islam kafah agar lebih memahami aturan Islam secara keseluruhan. Tidak ragu terhadap ajaran Islam, berbuat sesuka hati seolah-olah ia bukan seorang muslim. Sebagaimana firman Allah Swt :
Wahai orang-orang yang beriman masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh nyata bagimu.” (TQS. Al- Baqarah : 208)

Sudah sepatutnya umat Islam kembali kepada aturan ilahi secara sempurna, karena hanya dengan penerapan Islam secara sempurna dalam lini kehidupan yang mampu menuntaskan segala problematika yang melanda umat Islam di seluruh dunia, termasuk menjauhkan warga muslim dari Islamofobia yang terus di gaungkan para pembenci Islam yang tidak menginginkan persatuan.

Wallahu a’alam bish ash-shawab

*) Penulis adalah Ibu Rumah Tangga dan Aktivis Muslimah

Baca Juga