Islam Moderat Biang Kerok Kerusakan Akidah

Aktivis Muslimah, Milda, S. Pd (Ist)

Oleh : Milda, S.Pd

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta setiap acara yang berlangsung di Kementerian Agama turut memberikan kesempatan kepada agama lain dalam mengisi doa dan tidak hanya doa untuk agama Islam saja.

Pernyataan itu disampaikan Yaqut saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama secara daring dan luring yang berlangsung mulai Senin hari ini hingga Rabu. (m.antaranews.com)

Islam moderat. Itulah yang selalu di gembar-gemborkan penguasa kita saat ini dalam menyebarkan paham-paham yang melanggar hukum syara. Penguasa seolah ingin berkata "kita Islam moderat, agama yang toleran, menerima, dan mempercayai seluruh agama selain Islam" ini jelas menggiring opini jahat kepada umat untuk bisa saling mempercayai agama satu sama lain. Yang jelas-jelas merusak akidah umat.

Islam moderat merupakan produk barat yang sengaja disebarluaskan diberbagai belahan dunia terkhusus negeri-negeri muslim. Moderat sendiri adalah jalan tengah yang didalamnya dituntut untuk menerima segala aturan yang diagendakan barat tanpa mengenal larangan-larangan Islam serta menerima segala aturan yang diterapkan saat ini dengan alasan saling-menghargai perbedaan.

Perlu adanya kesadaran bagi umat untuk bersatu padu dalam memberantas Islam moderat sebab jika penguasa makin masif menggencarkan Islam moderat di tengah-tengah umat maka, umat akan kehilangan jati diri sebagai seorang muslim yang benar-benar sudah jauh dari pemahaman Islam yang sesungguhnya. Sehingga segala bentuk penyembahan dari agama selain Islam akan mudah di terima dan menganggap semua agama sama.

Paham liberal juga menjadi sebuah ancama bagi umat. Karena umat diajak untuk berkompromi kepada paham-paham yang bersebrangan dengan ajaran Islam salah satunya Islam moderat, karena semakin hari makin terlihat jelas bagaimana kondisi negeri saat ini yang tak henti-hentinya mengalami banyak masalah akibat dicampakkannya aturan Allah Swt.

Melihat perkembangan zaman yang begitu pesat saat ini sulit untuk memberikan gambaran terhadap serangan-serangan dari barat yang sejatinya ingin memalingkan wajah-wajah umat untuk menghadang kebangkitan Islam. Strategi barat sangat jeli dalam membaca pikiran umat. Barat menganggap tidak cukup hanya perang fisik tetapi juga melalui perang pemikiran. Karena dengan meracuni pikiran umat dengan berbagai serangan terhadap Islam. Seperti feminisme, Islam tradisional, Islam moderat, Islam liberal dan lain sebagainya. Bertujuan untuk melanggengkan kekuasaanya sebagai negara adidaya dan menghilangkan Islam dari benak umat.

Umat semestinya menyadari bahwa sistem sekuler tidak sejalan dengan tujuan memberlakukan syariat, sebab sistem ini hanya mencari kebahagiaan dunia tanpa mengenal baik-buruknya tindakan maupun halal-haramnya hasil yang diperoleh yang terpenting materi semata. Sehingga hukum-hukum Allah Swt tidak berlaku dalam sistem bathil ini. Tak mengherankan banyak masalah silih berganti dan penguasa kepayahan dalam memberikan solusi terhadap masalah yang di hadapi. Walau masalah tidak kunjung usai penguasa tetap dengan pendiriannya sebagai budak dari para diktator barat kafir.

Liberalisasi akidah makin banyak dijalankan dan menjadi kebijakan negara. Sehingga tak heran banyak dari umat kita melanggar hukum-hukum Allah Swt dan menganggap apa yang menjadi kebijakan penguasa itulah yang mesti diterapkan di tengah-tengah umat serta makin masuknya umat dari liberalisasi yang sangat jauh dari akidah Islam. Sebagai mana dalam Qur'an surah Al-Kafirun ayat 6 Allah Swt menurunkan firman-Nya, yakni "untukmu agamamu, untukku agamaku". Dari sini jelas Allah sangat melarang untuk mencampuradukkan agama selain Islam.

Bahkan secara terang-terangan membawa umat mempraktikkan sinkretisme dalam pelanggaran syara’ lainnya. Tak heran biang masalah dari rusaknya akidah yakni adanya dorongan dari penguasa pada umat dalam mempraktikkan sinkretisme. Dalam hal ini mestinya penguasa menjadi garda terdepan dalam menghadapi serangan demi serangan pemikiran oleh barat dengan ide-ide kufurnya itu seperti Islam moderat. Sebab ini tanggungjawab penguasa terhadap umat yang harus dipikul.

Islam dan pemeluknya sudah sangat jauh dari ajaran yang di turunkan Allah akibat ulah manusia yang begitu sombong menandingi aturannya. Saat ini umat hanya butuh sistem yang benar-benar mampu mengatasi persoalan hidup termasuk ide-ide kufur, yakni dengan kembali pada aturan yang paripurna dan meri'ayah umat yakni sistem khilafah. Sistem khilafah akan menerapkan aturan yang berasal dari Allah Swt sebagai pemilik kekuasaan serta memberantas ide-ide yang merusak akidah umat dan senantiasa melakukan amal ma'ruf nahi munkar.

Wallahu Alam Bishawab

*) Penulis Aktivis Muslimah

Baca Juga