oleh

Indonesia Harus Kembangkan Industri Farmasi

Radarkotanews.com – Kepala Program Teknologi Biofarmasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Chaidir Amin mengatakan meski sumber daya alam dan hayati Indonesia melimpah, Indonesia masih mengimpor 90 persen bahan baku obat.

Menurutnya Ketergantungan pada asing untuk ketersediaan bahan baku obat strategis itu harus dikurangi. Pengembangan farmasi hendaknya berbasis keragaman hayati dan teknik biomedis di Indonesia.

“Tidak memiliki industri kimia dasar, Indonesia kesulitan membuat bahan baku obat. Namun, terobosan dicapai dalam pembuatan garam farmasi untuk bahan baku obat. Selain itu, juga terbuka peluang pembuatan biosimilar. Biosimilar adalah obat biologi yang dibuat mengikuti produk penemuan asli karena masa berlaku patennya habis,” katanya disela-sela acara diskusi biosimilar pada pameran dan konferensi teknologi peralatan laboratorium Lab Indonesia 2016, di JCC, Kamis (14/4).

Hingga tahun 2020, ada sekitar 40 produk yang patennya kedaluwarsa, di antaranya insulin obat diabetes, eritropoetin menekan peradangan gagal ginjal, dan TNF alfa untuk mengatasi peradangan penyakit osteoartritis. Kebutuhan obat itu besar sejalan meningkatnya pasien penyakit degeneratif. (IV)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed