oleh

Indo Barometer: Soeharto Presiden Paling Lengkap Dalam Sejarah Indonesia

RadarKotaNews, Jakarta – Lembaga Survei Indo Barometer mengumumkan surveinya yang menghasilkan bahwa Presiden k-2 RI Soeharto paling disukai oleh masyarakat ketimbang Presiden RI saat ini, Joko Widodo.

Dari kategori yang ada, Soeharto paling disukai dengan angka 23.8 %, disusul Joko Widodo 23.4%, Soekarno 23.3%, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 14.4%, BJ Habibie 8.3%, Abdurrahman Wahid (Gus Dur)  5.5% dan Megawati Soekarnoputri 1.2%.

Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari menjelaskan, Soeharto dianggap sebagai presiden paling lengkap dalam sejarah Indonesia. Misalnya, di bidang pendidikan, Soeharto dikenal karena membangun SD Inpres, di bidang kesehatan membangun puskesmas serta membangun perumahan rakyat (Perumnas) di seluruh Indonesia.

“Dia (Soeharto) juga relatif bisa menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok (Bulog),” kata Qodari dalam rilis hasil surveinya di Senayan, Jakarta, Minggu (23/2/20).

Menurut Qodari, Soeharto juga dianggap berjasa dalam membangun infrastruktur dasar. Seperti jalan, jembatan, waduk dan seterusnya. Namun, kekurangannya ialah minimnya kebebasan dan demokrasi.

Kendati kesukaan masyarakat terhadap Soeharto tetap tertinggi, seiring berjalanya waktu, pamor Soeharto mengalami penurunan. Kesukaan pada Soeharto misalnya turun signifikan dari 36.5% di tahun 2011 menjadi 23.8% di tahun 2020. Untuk Presiden paling berhasil turun dari 40.5% di tahun 2011 menjadi  32.9% di tahun 2018.

Dikatakan Qodari, yang ingin menjadi presiden 2024, perlu melihat presiden sebelumnya untuk dijadikan benchmark. Utamanya dari para presiden yang paling disukai atau dianggap berhasil oleh masyarakat Indonesia. “Setidaknya sebagaimana terlihat dari survei,” tukasnya.

Survei nasional itu digelar di 34 Provinsi pada tanggal 9-15 Januari 2020. Survei ini menggunakan sebanyak 1200 responden, dengan margin of error sebesar ± 2.83%, pada tingkat kepercayaan 95%. Responden survei adalah warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal  berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah pada saat survei dilakukan.

Metode penarikan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling dan untuk teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner.(fri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed