oleh

IMPARSIAL Mendesak Pemerintah untuk Menuntaskan Kasus Munir

RKNews.com – Direktur Imparsial, Al Araf meminta presiden perlu segera membuka kasus TPF dan membentuk TPF baru.

Menurutnya, Pemerintahan jokowi tidak bisa lepas tangan atas kasus tersebut. Dokumen pelaporan kasus Munir tentunya dokumen itu tidak perlu diserahkan kepada arsip negara sebab kasus itu belum selesai.

“Kalau itu benar hilang maka akan terjerat pidana seperti tercantum dalam UU nomor 43/2009 tentang kearsipan nasional.”ujar Al Araf dalam Konferensi Pers Bersama Menyikapi Perkembangan Kasus Munir dan Mendesak Pemerintah untuk Menuntaskannya, di kantor Imparsial, Jakarta, Kamis (27/10).

Pemerintahan Jokowi-Jk tidak boleh menggunakan dalil tidak adanya dokumen dengan mengatakan hilang itu tidak perlu dikatakan.

“Sebagai seorang Presiden, Jokowi tentu tidak boleh kalah dengan kekuatan-kekuatan tertentu yang ingin berupaya menghambat dan menggagalkan upaya pengungkapan kasus pembunuhan aktivis HAM Munir. Dalam konteks ini, Presiden Jokowi juga tidak boleh mengambil sikap dan langkah kompromistik yang akan mengakibatkan kasus pembunuhan Munir tidak terselesaikan.”tegas Al Araf.

Hal senada dikatakan direktur Setara Institute, Hendardi, Saya hanya memberikan penekanan terutama masalah dokumen yang belum di temukan itu menggambarkan tata kelolah administrasi adalah buruk. Laporan-laporan lain dianggap tidak penting, hilangnya dokumen ini pemerintah tidak bertanggung jawan atau sengaja menghilangkan dokumen tersebut.

Dari pernyataan keterangan pers oleh SBY, Saya mengomentari bahwa ini agak ironis ketika presiden berkuasa dan ada desakan publik yang kuat tanpa alasan apapun ini tidak pernah di umumkan oleh publik. Ketika sudah lengser justeru hampir sebagian besar hasil rekomendasi TPF disebutkan, ini sesuatu yang ironi.

Apapun bole ada di pemerintahan jokowi saya kira yang paling mungkin adalah tentu saja mesti mengumumkan pada publik isi dari dokumen TPF. Alasan dokumen tidak dapat ditemukan jokowi harus tetap memberikan keterang isi dokumen hasil TPF.(*)

(IDeA)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed