Imbas Pandemi Melapor dan Dilaporkan Jadi Pekerjaan Baru

RadarKotaNews,Jakarta - Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak), Lieus Sungkharisma menilai soal kabar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang akan di laporkan terkait adanya kerumunan di Tanah Abang

“Lho, yang berkerumun siapa, yang mau dilapori siapa? Emangnya gak ada kerjaan lain apa ya?” kata Lieus saat ditanya wartawan tentang kerumunan yang terjadi di Pasar Tanah Abang beberapa hari terakhir jelang Lebaran Idul Fitri.

“Kayaknya yang mau ngelaporin itu kurang kerjaan kali ya?” kata Lieus di Jakarta, Selasa (4/5/21).

Saat di tanya lagi terkait adanya rencana ormas yang menamakan dirinya Gardu Banteng Marhaen yang akan melaporkan Anies Baswedan soal kerumunan di Tanah Abang itu. Menurut Lieus, Pasar Tanah Abang adalah pusat perdagangan yang besar.

“Sudah menjadi tradisi, sejak zaman dulu setiap mau Lebaran pasar ini ramai oleh pengunjung. Nah sekarang, di tengah pandemic Covid-19, ada keramaian yang sudah mentradisi itu karena orang tetap ingin berbelanja kebutuhan lebaran di Tanah Abang.. Terus kok Anies yang mau disalahkan? Logikanya dimana itu?” tanya Lieus.

Bahkan, kata Lieus, kalaupun mau dicari-cari siapa yang salah dan harus dilaporkan ke polisi, seharusnya ormas itu melaporkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.

“Sebab Sri Mulyanilah yang mengajak masyarakat agar berbelanja baju baru dan bingkisan Lebaran untuk menggerakkan ekonomi,” kata Lieus.

Seperti diketahui, untuk mendorong konsumsi rumahtangga sehingga mampu mendongkrak ekonomi, Sri Mulyani pada konferensi pers APBN Kita di Jakarta, menyebut ada bagusnya saat Lebaran beli baju baru supaya walaupun bertemu lewat Zoom, pakai baju baru sehingga muncul aktivitas konsumsi," katanya.

Jadi, kata Lieus, kalau mau dipersoalkan, maka ajakan berbelanja dari Menkeu Sri Mulyani di tengah pandemic covid inilah yang harusnya dilaporkan.

“Kesannya kok jadi tidak gentelemen. Cuma ingin cari-cari kesalahan Anies doang. Bahwa Anies gubernur Jakarta itu benar. Tapi kerumunan toh terjadi dimana-mana. Kenapa kemarin waktu ada kerumunan saat perkawinan anak artis tidak dilaporkan?” ungkap Lieus heran.

Terlebih, tambah Lieus, Gubernur Anies Baswedan sudah mengambil langkah untuk memberlakukan pengetatan pengendalian pengunjung Tanah Abang terhitung sejak Minggu (2/5/21).

Pengetatan ini bukan hanya berlaku di pasar Tanah Abang, namun juga setiap kawasan pasar di ibu kota.

“Tujuannya tentu saja supaya potensi klaster baru Covid-19 bisa diminimalisir,” kata Lieus.

Oleh karena itu, Lieus meminta pihak-pihak yang terus mencari-cari kesalahan Anies, untuk segera berhenti mencari-cari kesalahan Gubernur DKI Jakarta itu.

“Sudahlah, lebih baik kita membangun sinergi dan bekerjasama saling bahu membahu demi pembangunan kota Jakarta tercinta,” pungkasnya.[ipk]

Penulis:

Baca Juga