oleh

ILO Akan “Embargo” Produk Indonesia

Radarkotanews.com – General Secretary International Trade Union Confederation Asia Pacific (ITUC AP), Noriyuki Suzuki, secara langsung, di kantor LBH Jakarta dalam konferensi persnya. Pada hari ini, Jumat (27/11/2015). atas nama Konfederasi Serikat Buruh Sedunia menyatakan :

Mendesak Presiden Jokowi mencabut PP 78/2015 sebagaimana yang diperjuangkan serikat pekerja di Indonesia karena bertentangan dengan konvensi ILO no 131 tentang upah minimum dimana penetapannya harus hasil konsultasi serikat pekerja dengan Asosiasi Pengusaha (jadi bukan rumus flat dari pemerintah) dan juga bertentangan dengan konvensi ILO 87 tentang hak berserikat dan no 98 tentang hak berunding yang mana  formula baru kenaikan upah minimum tidak lagi berunding dengan serikat pekerja.

Mendesak pemerintah Indonesia dan Kapolri menghentikan kekerasan dan penangkapan terhadap buruh oleh polisi saat aksi buruh dan hal ini sudah dilaporkan ke Dirjen ILO di Jenewa, Swiss, supaya ada tindakan kepada pemerintah Indonesia dan Polri.

ITUC berpendapat ada Inkonsistensi antara ucapan/janji Presiden Jokowi kepada dunia Internasional dengan tindakannya saat membuat kebijakan di Indonesia,buktinya adalah saat sidang negara G20 minggu lalu di Turki. Presiden Jokowi mengatakan kepada pemimpin dunia “Bahwa salah satu prioritas utama (one top priority) saya sebagai Presiden Indonesia adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi termasuk memastikan Create Job, Promote Inclusiveness, and Reduce Inequalities”, tapi faktanya menurut ITUC justru melalui PP 78/2015 Presiden Jokowi meningkatkan ketimpangan pendapatan yang tidak seimbang atau kebijakan upah murah (Inrease Inequalities, Not Reduce?).

Konfederasi Serikat Buruh Sedunia (ITUC/ITUC AP) akan terus mendukung serikat pekerja di Indonesia yang meminta “Reduce Inequalites” cabut PP 78/2015 melalui kampanye Internasional dan akan diramaikan disidang ILO pada Juni 2016 mendatang serta rencana “Embargo” produk Indonesia.(Id)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed