IKN Nusantara Menjadi Spirit Dalam Meningkatkan Simbol Kebangsaan, Kesinambungan Pembangunan & Peningkatan Ekonomi Bagi Masyarakat Kaltim

Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Balikpapan Hafidz Awaludin Fani

RadarKotaNews, Balikpapan - Perpindahan Ibu Kota Negara ke Provinsi Kalimantan Timur, tepatnya di kabupaten Penajam Paser Utara, tidak henti-hentinya dalam pembahasan masyarakat, baik masyarakat lokal maupun di Pusat.

Dengan adanya IKN Nusantara telah menjadi spirit bagi masyarakat guna merekatkan simbol-simbol kebangsaan, pemerataan populasi dan pemerataan ekonomi. Hal ini juga telah menjadi spirit baru yang harus di bangun, peningkatan paradigma berfikir, serta kesinambungan akselerasi pembangunan dalam memperhatikan potensi yang ada pada masyarakat lokal Kalimantan Timur, sehingga mampu melahirkan peradaban baru sebagai penyempurnaan dari peradaban lokal yang telah lama tertanamkan.

Demikian dikatakan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Balikpapan Hafidz Awaludin Fani kepada awak media, Kamis (5/5)

Ilustrasi

Lebih lanjut Hafidz menambahkan, selaku Ketua PMII Kota Balikpapan dirinya berharap pemerintah sudah mulai merumuskan sejumlah aturan turunan UU No.3 Tahun 2022. Salah satunya peraturan pemerintah (PP) tentang hubungan antara Otorita Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) dan daerah penyangga.

Belum adanya regulasi atau aturan turunan terkait daerah penyangga, maka semua kegiatan masih tersentral pada pembangunan IKN. Belum adanya aturan turunan terhadap daerah penyangga akan dapat menimbulkan masalah tersendiri bagi masyarakat di daerah penyangga khususnya Kota Balikpapan, katakan saja terkait pendidikan, infrastruktur, maupun peningkatan kapasitas SDM penduduk lokal. Sementara mobilitas penduduk akan terus berlangsung terutama di kota Balikpapan. Demikian imbuhnya.

Pihaknya juga mengharapkan Badan Otorita dapat merangkul penduduk lokal di daerah penyangga seperti Balikpapan, tidak hanya retorika, akan tetapi ada realisasi langsung yang dapat dirasakan oleh masyarakat lokal, misalnya pembangunan fasilitas pendidikan dan infrastruktur. Selama ini kita masih menyaksikan bahwa pendidikan dan fasilitas pendidikan serta infrastruktur lain masih terfokus di wilayah IKN saja, sementara di daerah penyangga dinilai masih minim.

Diharapkan kepada Pemerintah hendaknya lebih serius memperhatikan anak-anak muda yang menjadi penerus bangsa ke depan terutama di kota penyangga seperti Balikpapan, karena diyakini dan dipercaya, banyak anak muda yang kreatif, inovatif, serta produktif di Balikpapan ini. Mereka hendaknya diberi ruang dalam menuangkan ide maupun gagasannya dalam menyambut IKN Nusantara. Tambahnya.

Sebagai organisasi pemuda PMII diharapkan lebih kreatif dalam menyuarakan pentingnya perpindahan IKN ke Kalimantan Timur, tepatnya di Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara dan tetap menyuarakan perlunya perhatian pemerintah terhadap daerah penyangga seperti kota Balikpapan, mengingat kota Balikpapan merupakan pintu gerbang masuk ke IKN. (Mz)

Penulis:

Baca Juga