oleh

Hutan Papua Adalah Mesin Cuci Kayu Ilegal

RadarKotaNews – Ketua Majelis Rakyat Papua, Timotius Murib mempertanyakan soal bagaimana masyarakat papua bisa sejahtera dari hutan itu.

Menurut dia, Hutan tiap pohonnya itu adalah berkah dan pemberian dari Tuhan untuk kami rakyat papua, seharusnya itu juga untuk kesejahteraan kami, tapi nyatanya tidak ada.

“Harga satu pohon, biasanya dibeli sekitar Rp 15.000 s/d 20.000. Bagaimana kami bisa sejahtera kalau begitu, kami saja dibohongi oleh pengusaha besar disana,”kata Timotius dalam dalam diskusi Hutan Papua dan Sengkarut Sistem Legalitas Kayu Membedah masalah dan menggali solusi pasca peliputan investigasi Tempo, dengan mengangkat thema “Mesin Cuci Kayu Ilegal”, di kawasan Wahid Hasyim, jakarta pusat, Senin (28/1/19).

Sekali lagi Timotius tegaskan, kalo memang menurut pihak kementerian kehutanan, bahwa perusahaan itu sudah pelanggaran berat, tinggal di cabut saja izin operasinya, kenapa terlalu banyak bertele.

Dalam kesempatan yang sama, Komisioner KPK, Laode M. Syarif menyebut Inti dari semua ini adalah kita harus memperbaiki diri terlebih dahulu, karena apa,  yang memberikan ijin untuk melakukan pemotongan kayu pasti orang papua sendiri.(wawan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed