Humas Pemda Sula Minim Sosialisasi Program dan Kegiatan Bupati

Maulana Usia, Kabag Humas Pemda Sula, dalam tangkapan layar video tik-tok dirinya

RadarKotaNews,Malut - Sebenarnya bukan kali ini saja Bupati diminta untuk mengevaluasi Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol Pemda Kab. Kepulauan Sula, Maulana Usia.

Sebelumnya desakan untuk mengkaji kinerja Maulana juga pernah datang dari Ketua Komunitas Wartawan Sula (KWS) Eky Drakel, dan baru-baru ini juga ada dari Mahasiswa PMII yang minta Bupati mengevaluasi Kabag Humas, Minggu (20/11).

Amatan RadarKota menyebut, Humas dan Protokol Pemda Sula memang agak sedikit lamban menjadi garda terdepan dalam menginformasikan kinerja Pemda dan Kegiatan Bupati Sula.

Padahal dibenak publik, Humas Pemda merupakan corong informasi masyarakat, serta juga menjadi mata dan telinganya Pemda dan Bupati Sula.

Dalam catatan RadarKota, misalnya saat Bupati dan sejumlah OPD berangkat ke Eropa untuk mempromosikan Pariwisata, Video tik-tok kabag humas Maulana Usia beredar sebanyak 3x ke masyarakat dengan content yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kegiatan Bupati, sedangkan sosialisasi kegiatan Bupati hanya satu kali, atau lebih banyak video pribadi Maulana yang di share ke ruang publik.

Selanjutnya saat Bupati menerima penghargaan dari Kemendes PDTT baru-baru ini, bagian humas dinilai tidak mampu menjabarkan alasan yang tepat sehingga Bupati Fifian Adeningsi Mus layak menerima penghargaan tersebut, sehingga terjadi kegaduhan diruang publik karena ada celah yang menganga, semestinya bagian humas bersama OPD terkait bisa menjelaskan apa indikatornya serta pencapaian sehingga Bupati Sula memang layak menerima penghargaan sebagai pemimpin daerah (Bupati-red) yang memenuhi kriteria untuk percepatan pembangunan daerah untuk keluar dari status sebagai daerah tertinggal.

Contoh lain, misalnya saat terjadi pertikaian masyarakat desa Fatce dan Mangon yang berawal dari kegiatan turnament sepakbola, peran Humas Pemda sama sekali tidak terlihat untuk menyejukkan suasana, tidak ada langkah Humas Pemda yang sifatnya mengayomi masyarakat, misalnya sekedar mendatangi korban dan menyampaikan ucapan dukacita atas nama Bupati dan Pemda Sula, hal ini sama sekali tidak dilakukan, sehingga terlihat Wakil Bupati (Wabup) coba mengambil peran ini, dan kenyataannya berakhir blunder.

Hal ini yang kemudian membuat Bupati Sula Fifian Adeningsi Mus menjadi kerepotan sendiri, harus menjelaskan kepada publik terkait apa yang dilakukannya, padahal di era digitalisasi seperti ini arus informasi itu begitu cepat dan deras mengalir, mungkin pembaca juga sepakat bahwa hari ini terlihat Humas Pemda Sula selalu tertinggal, saat sudah terjadi polemik diruang publik, baru Humas Pemda Sula datang menjelaskan, padahal terkadang opini negatif terlanjur terbentuk.

Terlihat Kabag Humas Pemda Sula Maulana Usia habis energinya untuk menetralisir masalah ketimbang mencegah masalah itu muncul. Jadi mungkin lebih mirip seperti Polisi India didalam film-film, datang ketika masalah sudah cenderung terjadi. (RL)

Penulis:

Baca Juga