HJL Ke-753 dan HPRL Ke-75 Organda, Ormas dan Cipayung Plus Kecewa

RadarKotaNews, Sulsel - Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) dan Hari Jadi Luwu (HJL) yang di peringati Sabtu, 23 Januari 2021 di kota masamba kabupaten Luwu utara menuai kekecewaan.

Sebab, momen tersebut yang seharusnya menjadi kebanggaan seluruh masyarakat tanah Luwu karena bebas dari penjajahan dan mandiri dari sumber daya alamnya serta kaya akan budayanya.

Namun semua itu berbeda pandangan oleh ratusan mahasiswa yang turun menyampaikan aspirasinya lewat aksi unjuk rasa di kota masamba dari berbagai elemen organisasi kedaerahan, organisasi masyarakat serta organisasi kepemudaan yang mengatasnamakan Aliansi Wija To Luwu.

Dalam kesempatan itu, Jenderal lapangan Aliansi Wija To Luwu, Harman Pasande menilai bahwa agenda tersebut hanya tinggal seremonial saja sebab, hal itu diperingati setiap tahun tanpa jelas apa capaian dari agenda tersebut dengan melihat permasalahan kekinian yang terjadi di tanah Luwu harmonisasi pemerintah se-Luwu raya dan gubernur sulawesi selatan sudah tidak lagi

"Ketika kita bicara HJL/HPRL terbukti Gubernur sulawesi selatan sudah dua kali tidak hadir dalam peringatan HJL-HRPL di Luwu timur 2020 dan 2021," sesal para pengunjuk rasa saat menyampaikan orasinya.

Menurut Harman, terakhir gubernur sulawesi selatan Prof. Nurdin Abdullah hadir di HJL/HPRL di 2019 di kota palopo bersama pemda se-Luwu raya, saat itu pula lah ratusan mahasiswa turun menyampaikan masalah terbesar masyarakat tanah Luwu yakni pemekaran walenrang Lamasi menjadi DOB Luwu tengah yang terdiri dari 6 kecamatan yang terpisah dari induk kabupatennya oleh satu kota sejak tahun 2004, alhasil kala itu 23 januari 2019 di kantor walikota palopo gubernur sulawesi selatan bersama pemda se-Luwu raya yang seruangan massa melakukan dialog

Dalam agenda tersebut, Herman ungkapkan bahwa saat itu gubernur sulawesi selatan menyampaikan permasalahan walenrang lamasi ini sudah lama kami tahu dan memang sudah memenuhi syarat dan sudah sampai di komisi II DPR-RI akan tetapi kita masi terkendala moratorium, meski demikian kita akan tidak lanjuti.

Lebih lanjut kata Herman, massa tetap mengawal dan menindak lanjuti di kota makassar di depan kantor gubernur melakukan gerakan desakan demosntrasi mahasiswa dan pemuda se-Luwu raya sehingga pada 18 Desember 2019 akhirnya Pemerintah Kabupaten Luwu menyerahkan berkas pengajuan Diskresi ke Pemerintah Sulsel dan Gubernur Nurdin Abdullah menerima pengajuan tersebut dengan melahirkan kesepakatan akan membawa ke jalur pemekaran COB Luwu tengah lewat jalur diskresi ke pak presiden.

Namun sampai hari ini tidak ada kejelasan dari Gubernur. Dikemanakan berkas itu, apa sudah di tindaklanjuti ke stakholder di pusat, atau sekedar diterima secara seremonial saja lalu tak di urus, "Ini lah yang mendasari kami sehingga kami turun dalam gerakan Aliansi wija to Luwu di kota masamba, karena kami tahu 23 januari HJL/HRPL 2021 kabupaten Luwu utara lah tuan rumah hadirnya kami untuk ketemu gubernur sulsel tapi lagi lagi gubernur sulsel abstain di hari jadi Luwu ke-753 dan hari perlawanan rakyat Luwu ke 75," ungkap Harman Pasande

Hal senada di sampaikan Wakil jenderal lapangan, Arivan Kurnia bahwa Pemda Luwu juga tidak boleh tinggal diam harus peka melihat aspirasi kawan kawan aliansi wija to luwu, harusnya mampu Proaktif mengkomunikasikan ke Gubernur bersama Kepala daerah lainnya Se-Tana luwu, apakah kami juga harus dari aliansi wija to luwu mendatangi kantor bupati luwu baru ada transparansi.

"Jika hanya menunggu maka tidak akan menghasilkan apa-apa. Jangan seolah-olah jika Mahasiswa diam maka Kepala Daerah Se-Tanah Luwu juga diam," tegas Arivan

Dalam rute gerakan massa wija to luwu melakukan longmars dari kota palopo menuju kota masamba menggunakan mobil truk sebagai mobil komando dan beberapa mobil lainnya dan kendaraan roda dua adapun titik aksi Aliansi wija to luwu jembatan sabbang, monumen tugu affair dan jembatan baliase menimbulkan kemacetan karena memblokade Jalan Tras.

Namun demikian massa membubarkan diri secara tertib pada pukul 17.00 WITA setelah menyampaikan orasinya. (fy)

Baca Juga