oleh

Hentikan Kriminalisasi Pejuang Lingkungan Hidup, Cabut Izin Usaha PT.RUM

RadarKotaNews – Pusat Perjuangan Mahasiswa Untuk Pembebasan Nasional (PEMBEBASAN) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor PT. Huddleston Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (19/03). terkait kriminalisasi pejuang lingkungan hidup, dan cabut izin usaha PT. RUM.

Ketua Umum PEMBEBASAN Rahman Ladanu, menilai keberadaan PT Rayon Utama Makmur (RUM). di Desa Plesan, Nguter, Sukoharjo, membawa petaka bagi lingkungan dan warga sekitar.

Sebab kata dia, lebih dari empat bulan terakhir warga diresahkan oleh bau busuk, menyerupai bau tinja, yang bersumber dari limbah produksi PT RUM. Limbah tersebut berakibat pada terganggunya kesehatan warga. Bahkan anak-anak di sekitar sana terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Alih-alih mengusut PT. RUM yang jelas-jelas merusak lingkungan, Polda Jateng malah mengkriminalisasi warga dan aktivis yang tengah berjuang mengembalikan lingkungan dan udara bersih.”kata Rahman dalam aksinya.

Selain itu tambah Rahman, pelibatan TNI dalam aktifitas produksi PT RUM menimbulkan pertanyaan lain. Kita bisa melihat bagaimana pabrik ini dijaga oleh aparat TNI berseragam, bahkan untuk kegiatan-kegiatan ‘sosial’ perusahaan. Padahal jika merujuk pada UU 34/2004 tentang TNI maka jelas tidak ada urgensi menghadirkan TNI disana.

“Pelibatan dalam bisnis pengamanan seperti ini selain bertentangan dengan UU, juga membuat lambatnya reformasi dalam internal TNI itu sendiri.”katanya.

Oleh karena itu, Pusat Perjuangan Mahasiswa Untuk Pembebasan Nasional (Pembebasan), menilai Sritex dan PT RUM telah melakukan kejahatan berupa penyebaran racun limbah produksi lingkungan dan warga Sukoharjo.

Selain itu pihaknya juga mendesak:
Pertama, Hentikan Kriminalisasi, Bebaskan Kawan Kami Dari Segala Dakwaan.
Kedua, Cabut Izin Usaha PT RUM.
Ketiga, Tarik TNI dari kegiatan pengamanan PT. RUM.

Selain itu Rahman juga menghimbau kepada gerakan rakyat, terus kabarkan bahwa produk-produk Sritex dihasilkan dari proses yang penuh dengan penindasan terhadap manusia dan alam, agar semakin banyak lagi yang melawan.(wawan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed