oleh

Hari HAM Internasional FPR Seruduk Dubes AS, Balaikota dan Istana

RadarKotaNews – Dalam rangka Peringatan hari HAM Internasional, sejumlah massa dari Front Perjuangan Rakyat (FPR) menggelar aksi unjum rasa di depan Istana Negara Medan Merdeka jakarta, Senin (10/12/18)

Pimpinan aksi, Suja Supriyadi mengatakan, kami menuntut Cabut paket kebijakan ekonomi pemerintah Jokowi – JK dan seluruh aturan dan perundang pelaksanaannya.

Selain itu Suja juga meminta agar dihentikan pelaksanaan program reforma agraria palsu dan perhutanan sosial (RAPS) pemerintahan Jokowi JK, dan Hentikan pemberian Izin bagi peluasan perkebunan besar, taman nasional, dan pertambangan besar yang berkedok peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran hijau.

“Laksanakan reforma agraria sejati dan Industri nasional mandiri.”tegas Suja dalam orasinya.

Tidak hanya itu ia juga menuntut, Cabut PP No 78 tahun 2015 sebagai dasar penetapan Upah minimum dan cabut surat edaran kementrian Tenagan Kerja RI No 240 tahun 2018 tegakkan upah minimum Provinsi sesuai kebutuhan ril keluarga buruh.

“Hentikan Seluruh bentuk penggusuran paksa dan perampasan tanah rakyat bagi pembangunan infrastruktur yang mengatasnamakan proyek strategis Nasional yang di danai asing dan Bank Dunia. Secara khusus di jakarta. Hentikan seluruh penggusuran semena mena mengatasnamakan penertiban, penataan, dan pembangunan yang justru merugikan rakyat. Berikan ganti rugi yang adil bagi korban dan kembalikan hak rakyat yang telah merampas semena mena.”tukasnya

Ia juga berharap pemerintah menurunkan harga seluruh kebutuhan dasar rakyat dan seluruh kebutuhan produksi kaum tani dan produsen kecil sertakan bebaskan buruh, petani, nelayan , buruh migran, pedagang, dan produsen kecil serta seluruh rakyat miskin dari kewajiban membayar pajak dan pungutan negara yang semakin memberatkan.

Karna itu, cabut seluruh aturan dan perundangan yang merampas kebebasan berpendapat, berekspresi, dan berorganisasi.
Cabut UU No.12 th 2012 tentang pendidikan tinggi sbg dasar diterapkan liberalisasi dan privatisasi pendidikan, wujudkan sistim pendidikan yang ilmiah , demokratis, dan mengabdi pada rakyat.

“Hentikan Liberalisasi kesehatan dan Monopoli obat obatan. Wujudkan swasembada kesehatan.”kata Suja

Termasuk keselamatan Buruh Migran Indonesia dari hukum mati. Dan ciptakan mekanisme penuntutan ganti rugi bagi BMI dan keluarganya.

Trakhir Suja menyerukan, hentikan seluruh kerja sama khianat dengan Imperialisme Amerika Serikat beserta sekutunya dan seluruh Instrumennya yang telah merampok dan menginjak kedaulatan bangsa Indonesia. Serta mengancam dan melawan seluruh intervensi, provokasi dan petang agresi Amerika Serikat di seluruh kawasan dan Negeri di dunia dalam memperkokoh dominasinya.(Denis)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed