Harga-Harga Naik, Hati- Hati Kemiskinan Melejit

Ilustrasi

Oleh: Perwita Sari, S. Si

"Saya meyakini kenaikan harga komoditas strategis seperti pangan dan energi ini telah berdampak luas pada rakyat Indonesia terutama terhadap masyarakat kelas menengah ke bawah,” jelas Akmal.

Anggota komisi IV DPR Andi Akmal menilai dengan naiknya harga pangan dan energi di prediksikan akan menurunkan daya beli masyarakat dan meningkatkan kemiskinan. Bahkan terdata sekita 115 juta kelas menengah serta ratusan juta rakyat menengah ke bawah terguncang dengan kenaikan harga ini. Sehingga pemerintah harus cek dan cepat mencari solusi agar permasalahan tidak berlanjut (mediaindonesia.com, 4//4/2022).

Bukan tanpa sebab, kondisi perekonomian Indonesia saat ini mengalami inflasi.

Dalam laporan bertema Asian Development Outlook 2022 yang diluncurkan Rabu (6/4), lembaga tersebut memperkirakan inflasi Indonesia akan berada di kisaran 3,6% yoy. “Peningkatan harga komoditas, termasuk minyak dan gandum, serta pemulihan ekonomi yang mendorong permintaan, akan meningkatkan inflasi".

Inflasi merupakan proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus - menerus. Hal ini bisa menjadi ancaman bagi masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan.

Didapatkan data penduduk kemiskinan Indonesia, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), mencapai 9,71 persen atau 26,5 juta penduduk per September 2021 (infoanggaran.com, 28/4/2022).

Kemiskinan ini terjadi bukan karena penduduk Indonesia yang malas. Namun, Karena ada kemiskinan yang terstruktur. Sistem Kapitalisme ini menjadikan kekayaan beredar pada orang kaya saja. Namun, rakyat yang lemah terancam kelaparan. Bahkan kekayaan para pejabat meningkat ketika masa pandemi. Disisi lain kebijakan yang di buat banyak yang tidak memihak pada rakyat.

Banyak warga yang harus kelaparan, sengsara tanpa bantuan. Banyak juga yang tidak mendapatkan fasilitas kesehatan karena tidak punya uang. Sudah bekerja namun penghasilan tidak seberapa. Sudah berhemat, namun kebutuhan rumah tangga semakin banyak. Apalagi jika punya anak, ada biaya kebutuhan sekolah, baju dan lain sebagainya.

Jika Sistem Kapitalisme tetap di pakai hingga saat ini, pastilah Indonesia tidak dalam kondisi baik- baik saja. Namun, Indonesia lagi sakit. butuh perubahan. Perubahan ke arah lebih baik yaitu kembali pada aturan Islam.

Sistem Islam terbukti memuaskan akal, menentramkan hati sesuai fitrah manusia. Dalam Sistem Islam negara menjamin kebutuhan individu masing-masing keluarga. Tanpa memandang ketika melihat komunitas masyarakat itu mampu, maka di anggap semua bisa memenuhi kebutuhan individu keluarganya. Namun, negara memastikan masing-masing individunya apakah terpenuhi kebutuhannya. Baik terpenuhi kebutuhan sehari-harinya. Sehingga ia mampu menyambung hidup.

Begitu pula Islam juga menentukan mekanisme serta mengatur distribusi harta bagi orang - orang yang lemah dalan memenuhi kebutuhan hidupnya atau dalam hal ekonomi. Maka negara menganjurkan bagi keluarganya untuk memberikan bantuan atau nafkah kepada orang yang tidak mampu tersebut. Namun, jika tidak ditemukan dari keluarganya yang mampu, maka negara yang akan menanggung seluruh kebutuhan hidupnya.

Islam juga menetapkan bagi orang- orang yang mampu untuk mengeluarkan zakatnya dari harta yang ia punya, setelah hartanya mencapai kadar nishob dan sudah dalam jangka waktu satu tahun. Tujuannya agar harta tidak beredar pada orang-orang kaya saja. Serta orang fakir dan miskin dapat menikmati harta tersebut.

Islam juga mengatur bagaimana harga tidak melejit naik. Yaitu dengan menjaga kestabilan harga dengan memberlakukan sistem ekonomi Islam. Tanpa menetapkan harga. Menjaga ketersedian barang, memberantas kecurangan, baik penipuan atau penimbunan. Mencegah adanya permainan kartel. Dan memberlakukan mata uang dinar dan dirham.

Wallohu'alam bis showab

*) Penulis adalah Ibu Peduli Umat