oleh

Harga Garam Bisa Anjlok Apabila Tidak di Masukkan ke Barang Kebutuhan Pokok

RadarKotaNews – Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Kemaritiman akan mengusulkan supaya garam kembali dimasukkan dalam barang kebutuhan pokok dan barang penting. Ini supaya harga garam di tingkat petani tak kembali anjlok.

Demikian di katakan Deputi bidang Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Maritim Agung Kuswandono di jakarta, Jumat (12/7)

Dalam Perpres 71 tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting, garam menjadi salah satu barang yang dikeluarkan. Karena itu, HPP garam tidak bisa dijaga oleh pemerintah.

“Yang seharusnya bertanggung jawab mengusulkan garam ke dalam kebutuhan pokok dan barang penting ini adalah  adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Kementerian Perdagangan, dengan pertimbangan dari Kementerian Perindustrian dan BPS,” terangnya

Agung menilai, dikeluarkannya garam dari barang kebutuhan pokok dan barang penting, tidak berpengaruh besar terhadap inflasi. Akan tetapi hal tersebut justru mengganggu industri dan garam petani menjadi tak terserap.

Pasalnya, dalam Perpres No. 71/2015, yang termasuk sebagai barang kebutuhan pokok adalah hasil pertanian yakni beras, kedelai bahan baku tahu dan tempe, cabai, dan bawang merah.

Sementara, barang kebutuhan pokok hasil industri yakni gula, minyak goreng, tepung terigu, barang kebutuhan pokok hasil peternakan dan perikanan daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, ikan segar yaitu bandeng, kembung, tongkol, tuna dan cakalang.

Namun demikian, jenis barang penting terdiri dari benih padi, jagung dan kedelai, pipil. gas elpiji kilogram, triplek, semen, besi baja konstruksi dan baja ringan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed