oleh

Habil ; Reklamasi Itu Akan Membuat Negara Dalam Negara

RadarKotaNews – Mantan Anggota DPR RI/FPPP, Habil Marati, mengatakan bahwa reklamasi itu akan membuat negara dalam negara. Di situ tidak ada WNI nya.

“Reklamasi adalah pelanggaran UUD 1945 pasal 33, karena bumi, air dan kekayaan alam dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk kepentingan rakyat.”ujar Habil dalam Peluncuran dan Diskusi Buku bertajuk “Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok” di ruang KK 1 Gedung Nusantara, DPR RI Jakarta, selasa (23/05).

Sambung Habil mana bisa tanah dan laut berpindah tangan ke pihak lain hanya dengan tanda tangan seorang Gubernur.

Ditempat yang sama Mantan Anggota DPR RI/FPAN, Djoko Edy Abdurrahman, mengatakan, kita tidak akan tahu korupsinya Jokowi kalau belum mengetahui korupsinya Luhut Binsar Pandjaitan.

“Ahok mencabut gugatan bandingnya. Ini menjadi pertanyaan. Kalau Ahok meneruskan gugatannya, pasti hukumannya akan naik menjadi 3 tahun.”terang Djoko.

Selain itu, Mantan Wagub DKI Jakarta, Prijanto, menilai tulisan di buku itu soal dua kasus diantaranya kasus RS. Sumber Waras, menurutnya itu benar. Belum ada kasus-kasus korupsi Ahok dibuat buku. Sementara pihak luar negeri sudah menghina peradilan kita soal Ahok, tetapi kita hanya diam saja.

“Tidak ada yang seberani Presiden Soekarno yang berani melawan Amerika.”tegasnya.

Menurutnya, buku ini harus ada tindak lanjutnya, tidak hanya tersebar di toko buku, tetapi disebar juga ke kedutaan-kedutaan, dan juga ke KPK dan DPR, agar semua tahu seperti apa Ahok.

“Semua kondisi ini akibat amandemen UUD 1945 mengenai pemilihan umum, sehingga ada ajakan kembali ke UUD 1945 asli, untuk disempurnakan.”tutupnya.(WaWaN).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed