oleh

Gerakan Anti Cina Melayu: “Bersatu Melayu Teguh, Bercerai Melayu Roboh”

Radarkotanews.com – Bahasa, Malaysia masih jauh tertinggal mereka kurang punya padanan kata untuk roboh, seperti runtuh, jatuh, atau rubuh. Akibatnya kalimat puitis yang sudah puluhan tahun dikenal anak-anak sekolah Indonesia itu. diucapkan dengan pas!.

Tokoh gaek pergerakan Sri Bintang Pamungkas mengatakan kalimat puitis itu dipakai oleh demonstran pendukung Perdana Menteri Najib Razak untuk menggalang kekuatan melayu Bumi Putera Melawan kelompok Etnis Cina Malaysia.

“Polisi Malaysia bersiap-siap mencegah kellompok melayu masuk ke wilayah CHINA Town agar bentrok fisik tidak terjadi,” ucap SBP dalam rilisnya di jakarta, sabtu (19/09/2015)

Lanjut SBP, kalau melihat Cina di Malaysia sudah mulai berani perkara dengan Bumi Putera Melayu. Najib menolak tuduhan korupsi USD 700 juta, sepertinya Najib tidak sama dengan Jokowi, JK atau SBY. Kalau terjadi bentrok etnis di Malaysia tentu menarik.

“Kejadian pada tahun 1973 yang cukup berdarah-darah mirip tahun 1963 di Jawa Barat,” terangnya.

SBP menjelaskan bahwa, Cina Malaysia mau menguasai ekonomi Melayu, tapi Mahathir Muhamad lebih bijak daripada Soeharto. Dengan program 25 tahun, Melayu bisa menyaingi Cina ini sehingga hidup Melayu menjadi sejahtera.

“Di Indonesia pribumi menjadi jongos para tuan besar Cina,” tandasnya.

Menurut SBP Cina tidak tahu diuntung, kalau di Malaysia mereka berani menuduh Najib korupsi, di Indonesia Cina ramai-ramai merampok kekayaan negara. Staf Ahli Wapres, Liem menyebut pribumi bangsa pisang, Gubernur Sumatera Utara diludahi Cina diam saja dan menariknya Jenderal-Jenderal TNI mulutnya disumpal dolar malah berucap tambah lagi.

“Memang sudah saatnya bentrok lagi,” tukasnya.(ans)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed