GEBRAK Desak SE Kemenaker dan Kemendagri Tentang Penetapan Upah di Cabut

RadarKotaNews, Jakarta - Seharusnya kementerian Ketenagakerjaan RI, adalah sebagai gedung pelayan buruh, karena upah dengan kenaikan 1,9 % itu tidak cukup untuk menjamin hidup buruh

Demikian di sampaikan Ketua Umum KASBI yang juga Koordinator Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK), Nining Elitos saat berunjuk rasa di depan kantor Kementrian Kemenakertrans Jalan Gatot subroto, Jakarta selatan, Jumat (19/11/2021)

Lanjut Nining, buat anak sekolah saja juga bingung, darimana upah sebesar 1,9 %, itu sudah tinggi darimana ???, Coba kita tukar posisi saja apakah ibu menteri kuat dengan upah minimum hanya sebesar 1,9 %,

"Seharusnya mereka melindungi rakyatnya, agar mendapatkan tempat hidup yang layak, saya menyampaikan ini karena sesuai dengan keluh kesah kaum buruh," tuturnya

Nining menilai, tidak ada rasa keadilan di negeri ini, kalau buruh dateng itu mungkin diliat nya kurang srek, kalau sampai gini terus apakah kita akan tinggal diam?

"Banyak di plosok plosok kaum buruh, yang kesusahan, banyak juga yang berhutang sana sini apakah ibu menteri memikirkan kaum buruh," tanya Nining

Menurut Nining, tahun ini saja kita mengalami kondisi yang sangat berat dengan kenaikan BBM, kenaikan listrik, lama lama anak buruh tidak sekolah, jadi kalau kebutuhan naik, kita bisa modar

"Banyak pembangunan di daerah daerah, katanya untuk perekonomian tapi kita semua tidak bisa merasakan, maka dari itu, stop untuk menindas kaum buruh, kita menekankan kepada pemerintah agar lebih memikirkan dan melindungi kaum buruh," pungkas Nining. (adrian)

Penulis:

Baca Juga