Gaul Bebas Perzinahan Meluas

Ilustrasi

Oleh: Ratna Munjiah

Wakil Ketua I DPRD Berau Syarifatul Syadiah, turut berpendapat mengenai fenomena banyaknya korban kekerasan hingga pelecehan seksual, yang enggan melapor ke aparat kepolisian.

Menurutnya, tindak kekerasan tidak sekadar kekerasan fisik semata. Kekerasan verbal hingga pelecehan seksual juga termasuk sebagai tindakan pelanggaran hukum. Namun disayangkan, masih banyak korban yang enggan melaporkan kekerasan yang diterima, karena merasa malu atau takut. Sehingga terus membiarkan dirinya menjadi samsak hidup dan seolah membiarkan pelaku leluasa melakukan aksinya.(berau.prokal.co).

Kekerasan dalam pacaran saat ini seperti fenomena gunung es. Korban malu untuk bercerita, akhirnya hanya bisa memendam sendiri dan akhirnya berpengaruh pada psikologis korban. Apa yang dihadapi pemuda dan generasi saat ini merupakan hasil dari penerapan sistem sekuler liberal yang memberi peluang kepada generasi saat ini untuk bertindak semaunya sendiri, sebebas-bebasnya sehingga melupakan aspek agama dalam pandangan hidupnya.

Pergaulan bebas semakin marak dalam sistem kapitalis sekuler. Tidak ada batasan pergaulan, anak dibiarkan pacaran bahkan bangga ketika punya pacar. Maka tak heran dalam sistem ini didapati wanita yang hamil duluan sebelum menikah. Sungguh melihat pemuda saat ini hati seperti tersayat. Jika sistem ini dibiarkan maka kerusakan generasi hanya menunggu kehancurannya. Sudah tidak ada alasan lagi untuk menanggalkan sistem rusak ini dan menggantinya dengan sistem shohih yakni sistem Islam.

Islam dengan seperangkat aturannya dengan tegas telah mengatur pergaulan laki-laki dan perempuan, yakni hukum asal wanita dan laki-laki adalah terpisah. Islam melarang pacaran dan segala aktivitas yang mendekati perzinahan. Allah' SWT berfirman dalam surat Al Isra ayat 32

وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلً

Artinya: "Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra ayat 32).

Rasulullah saw bersabda:

لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوْا بِهَا إِلَّا فَشَا فِيْهِمْ الطَّاعُوْنُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ قَدْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِيْنَ مَضَوْا…

Tidaklah tampak perbuatan keji (zina) di suatu kaum sehingga dilakukan secara terang-terangan, kecuali akan tersebar di tengah-tengah mereka tha’un (wabah) dan penyakit-penyakit yang tidak pernah menjangkiti generasi sebelumnya (HR Ibnu Majah).

Kembali kepada syariat Islam maka segala problematika kehidupan akan mendapatkan solusi.  Syariah Islam akan menciptakan kehidupan remaja dan masyarakat yang berkah dan mulia.  Syari'at Islam akan mendidik para remaja agar berkepribadian Islam dan berakhlak mulia, yang malu dan takut berzina. Nabi saw. bersabda:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ:... وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ، فَقَالَ: إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ

Ada tujuh golongan yang dinaungi Allah dalam naungan-Nya pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: …seorang pria yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu pria itu berkata, “Sungguh aku takut kepada Allah.” (HR al-Bukhari).

Syariah Islam akan mewajibkan para pemuda dan masyarakat untuk menjaga adab seperti berpakaian menutup aurat, menjaga pandangan serta melarang berbagai aktivitas yang mengarah pada perzinaan seperti ber-khalwat (berdua-duaan antara pria dan wanita dewasa yang bukan mahram). Nabi saw. bersabda:

أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ باِمْرَأَةٍ إِلاَّ كاَنَ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ

Ingatlah, tidaklah seorang pria ber-khalwat dengan seorang wanita kecuali yang ketiganya adalah setan (HR Ahmad).

Islam akan menghentikan peredaran pornografi dan pornoaksi. Sanksi tegas akan dijatuhkan kepada pembuat, pelaku dan pengedar konten-konten pornografi, yakni sanksi ta’zîr berupa penjara 6 bulan (Abdurrahman Al-Maliki, Nizhâm al-‘Uqûbât fî al-Islâm, hlm. 94).

Islam juga akan menjatuhkan sanksi tegas kepada para pezina. Pezina yang belum menikah (ghayr muhshan) seperti pemuda dan pelajar diancam hukuman 100 kali cambukan (QS an-Nur [24]: 2). Pezina yang sudah menikah (muhshan) akan dijatuhi rajam hingga mati sebagaimana yang Nabi saw. lakukan terhadap seorang perempuan Al-Ghamidiyah dan lelaki bernama Maiz bin Malik. Perzinaan dalam Islam bukanlah delik aduan. Zina haram secara mutlak sekalipun dilakukan atas dasar consent (suka sama suka).

Lelaki dan perempuan yang melakukan tindakan asusila walau tidak sampai berzina seperti ber-khalwat, bercumbu, dsb. juga akan dijatuhi sanksi penjara; bergantung pada jenis kejahatannya, semisal penjara 3 tahun (Abdurrahman Al-Maliki, Nizhâm al-‘Uqûbât fî al-Islâm, hlm. 94).

Sehingga kembali kepada Sistem Islam adalah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan generasi saat ini agar terhindar dari gaya pacaran bebas yang menimbulkan kekerasan, untuk itu menjadi tugas kita bersama untuk menyelamatkan umat dan generasi saat ini dari kerusakan akibat rusaknya penerapan sistem kehidupan yang rusak. Wallahua'lam.

*) Penulis adalah Pemerhati Sosial Masyarakat

Baca Juga