oleh

Garda Bursel Kembali Desak KPK Segera Tetapkan Status Hukum Bupati Bursel

RadarKotaNews, Jakarta – Gerakan Pemuda Buru Selatan (Garda Bursel) tak bosan-bosan untuk kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Persada Kuningan, Jakarta selatan, Rabu (29/7/2020)

Mereka kembali mengusung tuntutan yang sama, yaitu KPK harus segera menetapkan status hukum Bupati Bursel, Tagop Sudarsono Soulisa sebagai tersangka dalam dugaan kasus gratifikasi di Bursel.

Koordinator Garda Bursel Hamis Souwakil mengatakan, dalam aksi demo Jilid VI ini kami hanya membawa 1 spanduk yang bertuliskan KPK Segera Tetapkan Bupati Bursel, Tagop sebagai Tersangka. Sebab, sudah saatnya KPK menetapkan status Tagop sebagai tersangka

Sebab, lanjut Hamis, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap sejumlah pihak yang punya kaitan dengan kasus gratifikasi Bursel, para pihak tersebut telah mengakui ada pemberian hadiah atau gratifikasi kepada Tagop.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap para pihak yang terkait dengan kasus gratifikasi Bursel, pihak KPK sudah mengantongi bukti-bukti yang kuat terkait adanya pemberian hadiah atau gratifikasi yang diterima oleh Tagop,” terangnya.

Karena itu, KPK sudah sepatutnya segera menaikan status kasus ini dari penyelidikan ke penyidikan dan menetapkan Tagop sebagai tersangka.

“KPK sudah harus menaikan kasus ini dari penyelidikan ke penyidikan dan Tagop harus ditetapkan sebagai tersangka,” tegas Hamis.

Meski demikian, kasus dugaan gratifikasi ini sementara ditangani oleh KPK dan Tagop maupun sejumlah pihak sudah diperiksa oleh KPK, namun kata Hamis, masih saja ada orang-orang yang masih menganggap kasus ini hoax.

“Pidana ini jelas, hanya orang-orang yang tidak memiliki akal saja yang menganggap ini hoax,” ujar Hamis di sela orasinya.

Walau begitu, Hamis sangat yakin KPK dibawah pimpinan Firli Bahuri akan mampu menuntaskan kasus ini sesuai harapan masyarakat buru selatan.

Dalam kesempatan itu, Abdul Karim Souwakil yang akrab di sapa Bonu dalam mengawali orasinya turut menyanyikan yel-yel-yel…

“Tangkap, tangkap segera, tangkap Pak Tagop saja,” lantun Bonu yang juga adalah musisi Maluku bersama para pendemo lainnya.

Lebih lanjut Bonu mengatakan bahwa, kedatangan kami ke sini yang ke enam kalinya, hal itu sebagai bentuk dukungan penuh kepada KPK untuk menyelesaikan kasus gratifikasi yang sementara ditangani.

“Kami datang untuk ke 6 kalinya dengan harapan yang sama mendukung penuh kepentingan KPK untuk menyelesaikan kasus-kasus yang melanda Kabupaten Bursel,” ucapnya.

Menurutnya, selain kasus gratifikasi yang sementara ditangani KPK, sebenarnya masih banyak kasus dugaan korupsi yang terjadi di Kabupaten yang kini dipimpin oleh Tagop Sudarsono Soulisa itu.

Maha karya korupsi ada paling banyak,” bebernya.

Sedangkan Ketua Tim Kuasa Hukum Garda Bursel, Rahmat Mony dalam orasinya mengatakan, aksi demo yang dilakukan pihaknya ini merupakan bentuk komitmen Garda Bursel dalam mengawal kasus dugaan korupsi gratifikasi Bursel.

Karena itu, Ia berharap KPK tetap berkomitmen dalam menuntaskan dugaan kasus korupsi di Kabupaten Bursel sesuai amanat yang diberikan oleh negara.

“Lalu hari ini KPK masa bodoh, acuh tak acuh, apatis terhadap gerakan yang kemudian kami bangun, apakah KPK tidak malu sebagai lembaga yang ditugaskan oleh negara untuk memberantas korupsi ?” tukasnya.

“Sebagai lembaga yang digaji, difasilitasi oleh negara, untuk apa ? yakni untuk kemudian menegakan hukum, menyelamatkan kepentingan rakyat, memenjarakan orang-orang yang melakukan korupsi, khususnya para pejabat-pejabat negara atau birokrat-birokrat yang kerjanya maling uang rakyat,” ujar Mony yang langsung disambut teriakan betul oleh pendemo lainnya.

Dalam aksi tersebut massa membentangkan spanduk bertuliskan “Demo Jilid VI KPK Segera Tetapkan Bupati Bursel, Tagop sebagai Tersangka…!!!. (fy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed