oleh

G-Mile Bersama Dokter Tirta Membentuk Relawan Mandiri Covid-19 Di Jatim

RadarKotaNews, Jatim – Rombongan Relawan Mandiri Covid-19 yang tergabung dalam Gerakan Milenial Peduli (G-Mile) bersama dr. Tirta melakukan kunjungan ke Jawa Timur dalam rangka membantu penanganan daerah-daerah yang sampai sekarang masih menjadi zona merah bahkan hitam.

Rencana kunjungan tersebut berlangsung selama tiga hari dari tanggal 7 juli sampai tanggal 9 juli dengan beberapa agenda yaitu pembentukan dan pelatihan Relawan Mandiri Covid-19, penyaluran bantuan APD dan sosialisasi dan edukasi protokol kesehatan ke pasar tradisional, pesantren dan tempat ibadah.

Koordinator G-Mile Mbah Tjokro menyampaikan bahwa kunjungan ke Jawa Timur merupakan inisiasi Organisasi Kepemudaan yang tergabung dalam Gerakan Milenial Peduli (G-Mile) yang selama ini sudah ikut membantu penanganan Covid-19 di daerah-daerah lain bekerjasama dengan Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 pusat.

“Kunjungan Jawa Timur ini merupakan inisiasi teman-teman OKP yang bergabung dalam Gerakan Milenial Peduli (G-Mile) yang selama ini memang fokus membantu penanganan Covid-19 bekerjasama dengan Gugus Tugas Covid-19 pusat di beberapa daerah,” kata Mbah Tjokro, Selasa (07/07/2020).

Menurut Mbah Tjokro, inisiatif G-Mile ke Jawa Timur tujuan utamanya adalah pembentukan Relawan Mandiri Covid-19 di Surabaya, Malang dan Lamongan agar bisa berkolaborasi dengan Satgas GTPP Covid-19 setempat karena sampai sekarang mayoritas daerah di Jawa Timur masih zona merah bahkan sebagian hitam.

“Sebagian daerah di Jatim masih merah bahkan hitam. Alasan itu yang kemudian memunculkan inisiatif teman-teman OKP yang tergabung dalam G-Mile untuk membentuk Relawan Mandiri Covid-19 di Surabaya, Malang dan Lamongan,” ungkapnya

Menurutnya, dengan Relawan itu diharapkan bisa membantu penanganan Covid-19 bekerjasama dengan Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat. Tentu, inisiatif tersebut kami ajukan dulu ke Gugus Tugas Pusat baru setelah mendapat persetujuan dan mendapat surat tugas, kami langsung pergi ke Jatim

Ia juga menambahkan, pembentukan Relawan Mandiri Covid-19 di beberapa daerah Jawa Timur dibekali dengan pelatihan penangan Covid-19 oleh dr. Tirta dibantu relawan medis dari IDI setempat sehingga relawan mandiri tersebut paham dan mengetahui bagaimana penanganan penyebaran Covid-19 sesuai dengan protokol kesehatan.

“Relawan Mandiri Covid-19 dibekali dengan pelatihan bagaimana caranya menangani Covid-19 karena mereka akan turun ke masyarakat untuk mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat agar bisa beraktivitas di new normal dengan pendisiplinan protokol kesehatan,” ucapnya.

Kemudian Mbah Tjokro menyatakan bahwa Relawan Mandiri Covid-19 bentukannya itu merupakan perwakilan dari beberapa Organisasi Kepemudaan di tingkat daerah sehingga dengan mudah menjalin komunikasi dan mengumpulkan mereka yang akan menjadi relawan.

“Saya bersama teman-teman dari Jakarta membentuk relawan ini dengan memanfaatkan jaringan Organisasi Kepemudaan sehingga dengan mudah bisa mengumpulkan mereka di daerah untuk dijadikan relawan yang nantinya akan bergerak bersama dalam membantu menangani penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mbah Tjokro menyatakan telah selesai membentuk Relawan Mandiri Covid-19 di Surabaya dan berlanjut ke pembentukan di Malang setelah itu di Lamongan.

“Alhamdulillah, kami baru selesai membentuk dan memberikan pelatihan Relawan di Surabaya nanti disusul Malang dan terkahir di Lamongan,” ucapnya.

“Kami berharap dengan bantuan relawan ini bisa meminimalisir penyebaran Covid-19 sehingga Jawa Timur yang awalnya zona merah bahkan hitam bisa menjadi hijau kembali,” tandas Mbah Tjokro.(fy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed