oleh

Freeport Menjadi Simbol Hilangnya Kedaulatan Indonesia

Jakarta, Radarkotanes.com – Mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Adhie M Massardi mengungkapkan bahwa Freeport memang menjadi simbol hilangnya kedaulatan Indonesia sejak Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945 kita tidak bisa menguasai Freeport. Apalagi sejak adanya UU PMA.

“Freepot tidak bisa lepas dari Soeharto, Mega, SBY, dan seterusnya yang mendapat upeti dari Freeport.”kata Adhie dalam diskusi di jakarta, selasa (12/1/2016).

Lebih jauh Adhie menambahkan, Kita berada pada posisi yang tak sebanding, sebab kita tidak tahu apa yang terjadi disana. Freeport bisa memperpanjang kontrak seenaknya saja.

Perwakilan di era orde baru untuk Freeport adalah Ginanjar Kartasasmita. Kemudian ditahun 2000 Gus Dur menjadi Presiden dan mulai mengotak-atik Freeport hingga kemudian dia menolak untuk memperpanjang kontrak kecuali ada proses renegosiasi

Terakhir dia menambahkan, Royalti untuk Indonesia kecil sekali. Pengaruh intervensi partai politik di kita cukup tinggi. Karena itu gerakan ekstra parlemen dan intra parlemen harus seimbang. Jika kekuatan intra parlemen naik, maka kekuatan ekstra parlemen juga akan naik.tutupnya. (Id).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed