oleh

FPR Berharap PMJ Membebaska Dua Orang Nelayan Kampung Dadap

RadarKotaNews, Jakarta – Front Perjuangan Rakyat Jakarta (FPR) menggelar aksi unjuk rasa di Depan Polda Metro Jaya Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, selasa (4/12/19) mereka menuntut di bebaskan tanpa syarat 2 (dua) nelayan kampung Dadap, Muhammad Alwi dan Ade Sukanda.

Koordinator aksi Sujak Supriyadi meminta Polda Metro Jaya untuk membebaskan sodari Alwi dan Ade karena semenjak tgl 29 Nopember 2019 sampai saat ini belum dibebaskan. Agar masyarakat luas juga mengetahui bahwa keadaan sosial masyarakat terus merosot semenjak kepemimpinan presiden Joko Widodo.

“Kita ketahui sodara kita yang ditangkap dianggap merusak aset, padahal sejatinya Alwi dan Ade hanya mempertahankan hak-haknya. Para pengembang telah melakukan semena mena dan diintimidasi oleh aparat penegak hukum. Oleh karena itu kita tidak boleh lengah dan kita harus menegakkan keadilan,”tegas Sujak.

“Bebaskan Alwi, hentikan Reklamasi, bebaskan Ade, hentikan Reklamasi,” ujar Sujak dalam orasinya.

Dikatakan Sujak bahwa, melihat permasalahan Nelayan Dadap yang mengalami intimidasi dan penahanan, saya hormat setinggi tingginya yang sampai hari ini tetap berjuang untuk rakyat.

Selain itu, ia menyebut, Gubernur DKI yang telah memberikan ijin sama saja telah kong kalikong. Pemerintah hari ini tidak berdaulat karena terus bersembunyi di ketiak Asing.

“Bung Alwi dan Ade adalah salah satu korban intimidasi oleh kepolisian, mereka yang menuntut atas haknya, namun pemerintah hari ini terus menunjukkan anti rakyat yang tidak berpihak kepada rakyat. Karena itu, bebaskan kawan kami Alwi dan Ade yang hari ini sudah 20 hari di tahan oleh Polda Metro Jaya karena membela hak nya sebagai nelayan.”tegas Sujak. (Adrian)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed