oleh

FPI GNPF-U PA-212 Serukan Siaga Jihad Lawan Neo PKI

RadarKotaNews, Jakarta – Front Pembela Islam (FPI), bersama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) dan Persaudaraan Alumni 212 menyatakan sikap bersama terkait penyerangan terhadap ulama Syekh Ali Jaber di Lampung dan imam masjid Muhammad Arif di Sumatera Selatan (Sumsel).

Pernyataan sikap bersama dibuat di Jakarta, Selasa (15/9/2020) dan ditandatangani oleh Ketum FPI Ahmad Shobri Lubis, Ketua GNPF-U Yusuf Martak, dan Ketum PA 212 Slamet Maarif.

Ada 5 poin pernyataan sikap ketiga ormas yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti-Komunis (Anak) NKRI itu, salah satunya menyerukan kepada umat Islam untuk siaga jihad.

“Kami menyerukan kepada segenap umat Islam Indonesia untuk siaga jihad melawan segala bentuk propaganda dan makar serta rongrongan Neo PKI kapan saja dan dimana saja,” kata FPI cs.

Berikut pernyataan sikap bersama FPI, PA 212 dan GNPF-U dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, hari ini.

Berkenaan dengan kejadian brutal berupa PEMBUNUHAN Imam Masjid di Sumsel dan PERCOBAAN PEMBUNUHAN Syekh Ali Jaber di Lampung. Maka kami FPI, GNPF Ulama dan PA 212 menyatakan sikap sebagai berikut :

Pertama, Mengecam dan mengutuk keras aksi pembunuhan Imam Masjid di Oku Sumsel dan percobaan pembunuhan terhadap Syekh Ali Jaber di Lampung yang menggunakan cara dan gaya PKI.

Kedua, Menginstruksikan kepada Laskar, Jawara, Pendekar dan Brigade serta Umat Islam untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga Ulama serta Tokoh yang Istiqomah dalam berjuang melawan kedzoliman dari serangan dan ancaman gerombolan pembenci Islam.

Ketiga, Menyerukan kepada Umat Islam untuk memberlakukan Hukum Adat dan Hukum Qishos jika hukum negara tidak bisa ditegakkan terhadap para pelaku percobaan pembunuhan kepada para 
Ulama dan Tokoh di NKRI.

Keempat, Menghimbau kepada Para Ulama, Pengasuh Pondok Pesantren, Pengurus Masjid & Mushola, serta Panitia Tabligh, agar jangan sungkan-sungkan untuk berkoordinasi dalam pengamanan acara dengan FPI, GNPF Ulama dan PA 212 serta jaringan ANAK NKRI.

Kelima, Menyerukan kepada segenap Umat Islam Indonesia untuk SIAGA JIHAD melawan segala bentuk PROPAGANDA & MAKAR serta RONGRONGAN NEO PKI kapan saja dan dimana saja.

Diketahui, Syekh Ali Jaber ditusuk seorang pemuda saat dirinya berceramah di Masjid Falahuddin, Kota Bandar Lampung, Minggu (13/9/2020). Akibatnya, Ali Jaber mengalami luka tusuk pada bagian lengan.

Sementara pemuda penusuk Ali Jaber yang bernama Alfin Andrian (24) itu pun kini telah diamankan polisi serta ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara Muhammad Arief (61), imam masjid di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, dibacok saat salat Magrib pada Jumat (11/9/2020). Arief dibacok rekannya sesama pengurus masjid, Meyudin (48), diduga gara-gara masalah kotak amal masjid.

Setelah tiga hari dirawat di rumah sakit di Palembang, Arief meninggal dunia pada Senin (14/9). (fy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed