oleh

Fikri Suadu : HMI Jadi Gudang Penghasil Calon Pimpinan

Radarkotanews.com – Kandidat Ketua Umum PB HMI Periode 2015-2017 Fikri Suadu mengatakan, Kader yang betul-betul memiliki nilai komitmen tinggi terhadap perubahan. HMI eksis hampir 68 tahun, namun kontrol dan penguatan kurikulum masih lemah, sehingga berimbas pada hasil pengkaderan yang berbeda.

Semangat faksionalisasi kelompok yang mendasari pelemahan itu sehingga berbuntut pada perpecahan/dualisme. Bukan pada sharing knowledge tapi faksi kelompok. Ucap Fikri Suadu usai dialog yang bertema : ” Transformasi HMI : Upaya Mewujudkan Indonesia Berdaulat”
Di Jakarta, Jum’at (20/11/15).

Menurut dia, Ideologi HMI sebenarnya sama alquran dan hadist, perlu pendalaman lebih akademis apakah riset atau dsb untuk hasilkan naskah akademis/judicial review atau karya-karya lebih kontributif.

Alumni S1 kedokteran Univ Sam Ratulangai, S2 UI psikologi – humanitas knowledge manajemen Fikri suadu menilai, Karakteristik jaman kini sudah berbeda menyebabkan tingkat kualitas SDM anggota sebuah organisasi muda kini sudah lebih komunitas. Sehingga, tambah fikri, pertaruhannya tidak lagi pada nasionalisme tapi komunitas/individu tanpa harus mlihat latar belakang saran yang bersangkutan.

“Substansi dasar saat ini adalah ekonomi yang dikuasai oleh agen, ini bisa kompartible dengan semangat HMI untuk jadi gudang penghasil calon pimpinan,”beber dia.

Trakhir fikri menambahkan, Orientasi yang terlalu politik jadi tidak relevan dengan situasi sekarang ini seperti demonstrasi. Di kampus harus diberi penyadaran bahwa untuk perubahan tidak harus dengan demonstrasi/orasi di jalanan. Pesan dia, Karena di era reformasi media sosmed lebih efektif. Meski ada aturan yang berusaha membatasi. Tutupnya.(sa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed