oleh

Fahri Hamzah: Tanya Bos Kalian Ada Dimana Dia Saat Reformasi

RadarKotaNews – Ada yang takut terhadap ketokohan Pak Amin Rais. Memang kalian pikir reformasi kepada Pak Amin telah membuat sekelompok seseorang tidak relevan. Boleh jadi karena dia bukan pembaharu di gerakan ini.

Begitu di katakan Wakil DPR F-PKS, Fahri Hamzah saat diskusi dalam rangka merespon berbagai isu Nasional dan aktual komite pemenangan Pemilu Nasional DPP Partai PAN bertajuk “Reformasi 98: Melawan Lupa!”

Menururnya, Pak Amin sudah dari tahun 95 di PP Muhamaddiyah. Umur adalah relevansi pak Amin, dia mengerti terhadap sikap dan zaman. Tapi dia tidak memilih untuk dirinya sendiri, sampai saat ini dia masih reformis, sehingga terjadi lah pendegredasian terhadap pak Amin.

“Ada 2 peristiwa reformasi,
Pidato Pak Amin yang suksesi kepemimpinan di tahun 96. Itu adalah pidato paling menggemparkan, tidak ada yang bisa menolak hal itu. Mana ada pemimpin lalu yang berani menentang pak Harto. Menurut saya, Orang-orang ini lagi coba menikmati kekuasaan didalam.”jelasnya.

Di Jelaskan Fahri, tahun 97 terjadi krisis moneter dan mahasiswa mulai geliat dan mulai turun dijalanan, namun ada tokoh penggerak juga didaerah yaitu Pak Amin, Terlihat itu adalah pembenaran dari tesis Pak Amin. Sehingga terjadi gejolak di Mahasiwa.

“Orang seperti Sri Bintang ini ingin menghimpit Pak Amin, ini saya bilang SBP ini adalah sakit hati. Saya tadi pagi membuat statement “mas bintang jangan seperti itu lah, setiap orang pernah salah”.kesalnya.

Pasalnya, Dimana ada pak Amin disana ada mahasiswa dan rakyat. Pandora yang meledak ini lah yang menjadi edialasi menjadi tinggi.

Kontak inilah, kata dia, yang menjadi tolak ukur saya terhadap perjalanan yang pak Amin lakukan.

“Saya menyaksikan kekuasaan yang mulai goyang. Disebelah sana berusaha merusak Pak Amin, dia menilai pak Harto tidak berbuat apa-apa Tapi dengan pengunduran diri pak harto itu membuktikan Pak Harto mau mengalah, kalau saja saat itu pak Harto keras, pasti kejadianya tidak seperti ini.”terangnya.

Pada saat itu Pengawasan monas begitu ketat, dan DPR kosong, terjadilah akumulasi masa disana sehingga mundurlah pak harto. Menurut saya ini sangat luar biasa sekali.

Ketika Pak Harto mundur, PakAmin di goda dengan luar biasa. Tapi kelompok yang ekstrim menyebutkan Pak Harto dan pak Habibi adalah satu paket.

Menurut Fahri, Seorang reformis tidak mau langsung pindah tetapi dia malah membuat parpol ini bukti dia tidak mau tergoda langsung dengan kekuasaan.

“PAN adalah ide dari pemikiran yang reformis. Dia (Amin Rais) ingin lahirnya satu generasi yang hebat. Kalau pak Amin saat ini kritis berarti dia tidak berubah, tanya bos kalian ada dimana dia saat reformasi?.”tegas Fahri.(Adrian)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed