Dugaan Skandal Dengan Bawahannya Meruntuhkan Marwah Dan Wibawa Sekda Sula

RadarKotaNews, Malut - Ada pendapat yang mengatakan, bahwa Sekretaris Daerah atau Sekda merupakan ’Panglimanya’ aparatur sipil negara atau ASN pada suatu pemerintahan daerah, sehingga penting sekali dijaga Marwahnya.

Kemudian ada pendapat lain yang mengatakan jika Sekda merupakan kiblat atau kompasnya ASN pada suatu pemerintahan.

Bahkan sejarah mencatat, kala Ahmad Hidayat Mus yang familiar dikenal dengan AHM Bupati pertama di Kab. Kepulauan Sula, selalu menempatkan orang yang tepat untuk posisi dan jabatan Sekda, AHM memandang bahwa sekda merupakan jabatan penting, sehingga perlu diduduki oleh orang yang kharismatik, orang yang performancenya melebihi ASN lainnya, orang yang berwibawa, sehingga jangankan ucapannya gerak tubuhnya saja bisa menjadi titah untuk ASN yang menjadi bawahannya.

Dugaan perselingkuhan Sekda Muhlis Soamole dengan bawahannya, sontak menjadi sorotan banyak pihak, bukan hanya dikalangan ASN Pemda Sula, hampir semua lapisan masyarakat di Sula memperhatikan hal ini.
Bahkan Pak Arif Umasugi, sosok yang bisa dianggap sesepuh bagi ASN Pemda Sula sampai angkat bicara.

”Jika benar apa yang dilakukan Muhlis, maka itu bukan cerminan dari seorang pemimpin yang baik, dan ini akan merusak moral ASN di Sula, karena akan muncul asumsi, pemimpinnya saja mudel itu bagaimana anak buahnya”, ujar Pak Arif, yang telah paripurna sebagai ASN di Pemda Sula Tahun 2021.

Dirinya menambahkan, issue perselingkuhan Sekda Muhlis Soamole menjadi tamparan keras bagi Pemda Sula. Hal ini pasti akan menjadi pembahasan ASN di 10 Kab/Kota di Provinsi Maluku-Utara.

”Ini merupakan aib yang harus ditanggung pemerintah daerah, bayangkan seorang sekda diterpa issue amoral seperti ini, runtuh sudah marwahnya, luluhlantak sudah wibawa Pemda Sula, terkenal bukan karena prestasi, tapi lagi-lagi karena sensasi”, ujar Pak Arif, Kamis (24/11).

Pria tengah baya yang sudah malang-melintang menduduki berbagai jabatan di Pemda Sula ini mengaku sangat sedih, karena menurutnya pemerintah daerah merupakan acuan bagi masyarakat Sula, namun prilakunya malah tidak mencerminkan suatu ketauladanan.

Untuk itu Pak Arif berharap, Sekda Muhlis Soamole segera bisa menjawab dugaan perselingkuhan yang dialamatkan kepada dirinya, dan jika memang terbukti, Pak Arif berharap Muhlis bisa ikhlas melepaskan jabatannya sebagai sekda kab. Kepulauan Sula, sebagai pertanggungjawaban moral. (RL)

Baca Juga