Dr. Ulla: Tidak ada Kata Lelah untuk Terus Berbicara dan Berbuat untuk Bangsa dan Negara Ini

RadarKotaNews, Jakarta - DR. Dr. Ulla Nuchrawaty pimpin Diskusi dan Tanya Jawab Tentang "Masalah Aktual Kebangsaan & Ikatan Keluarga Alumni (IKAL) Lemhannas Kedepan".

Diskusi dan Tanya Jawab merupakan bagian dari rangkaian Pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IKAL Lemhannas pada Sabtu (21/1/2023) di Gedung Lemhanas Jakarta Pusat.

Panelis Diskusi dan Tanya Jawab diisi oleh para pemimpin IKAL Lemhannas, yakni Ketua Umum, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, Wakil Ketua Umum I, Dr. Ir. Mustafa Abubakar, M.Si, Wakil ketua Umum II, Komjen Pol (P) Drs. Togar M. Sianipar. M.Si. Sekretaris Jenderal, Marsdya TNI (Purn) Daryatmo, S.IP. Bendahara Umum, Dadan Irawan Sarpingi, BA., MIBA.

Dalam pembukaan seri Diskusi dan Tanya Jawab Dr. Ulla Nuchrawaty menyatakan bahwa seorang negarawan tidak ada kata lelah untuk terus berbicara dan berbuat untuk bangsa dan negara ini untuk terus maju.

"Kalau kita negarawan tidak ada kata cape untuk bicara dan terus berbuat untuk negara ini. Siapa kita? Indonesia," tegas Dr. Ulla Nuchrawaty

Ia menjelaskan, seri Diskusi dan Tanya Jawab ini merupakan rangkaian yang penting untuk bagaimana IKAL Lemhannas dapat menjawab masalah kebangsaan dan apa yang harus dilakukan oleh organisasi ini.

Dalam pandangannya secara singkat Ketua Umum IKAL Lemhannas, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar mengatakan, bahwa ia selalu mempunyai satu keyakinan yang harus dijadikan pedoman bersama bahwa tidak ada pemimpin di Republik ini yang menginginkan masyarakatnya sengsara.

Menurutnya, yang ada hanya berbeda seni dan cara dalam menyelesaikan masalah. Lanjut Jend TNI (Purn) Agum Gumelar menegaskan, dalam posisi itulah IKAL Lemhannas memberikan seni atau cara kepada pemimpin di Republik ini untuk memberikan sumbangsih pemikiran yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Kita harus yakin bahwa di Republik ini tidak ada presiden yang menginginkan masyarakat nya sengsara. Yang ada hanya cara atau seni menyelesaikannya. Berawal dari sana, IKAL Lemhannas harus berperan untuk memberikan masukan kepada pemerintah pusat untuk memberikan seni dalam menyelesaikan masalah tersebut," pungkas Agum Gumelar

Pandangan lain disampaikan oleh Wakil Ketua Umum I Dr. Ir. Mustafa Abubakar, M.Si dirinya mengatakan, perlu ada kebersamaan, keberlanjutan, dan konsistensi untuk sebuah pencapaian. Kita harus mampu mengimplementasikan tema tema yang sudah di usung oleh IKAL Lemhannas dalam event-event sebelumnya.

"Kita perlu ada kebersamaan keberlanjutan dan konsistensi untuk pencapaian, jangan sampai organisasi ini aktif tanpa ada pencapaian. Kita harus terus menjadi organisasi dengan target bermanfaat. Organisasi ini harus dapat mengimplementasikan tema-tema yang sudah di usung oleh IKAL Lemhannas", tukasnya,

Ditempat yang sama, Wakil ketua Umum II Komjen Pol (P) Drs. Togar M. Sianipar, M.Si. mengutarakan kekhawatirannya mengenai masalah kebangsaan hari ini. Dia menilai ada disintegrasi kebangsaan yang terjadi hari ini pada bangsa ini.

Perspektif lain keluar dari Sekretaris Jenderal Marsdya TNI (Purn) Daryatmo, S.IP. Ia meneruskan, Apa yang harus kita (IKAL LEMHANAS) lakukan ditengah polarisasi politik hari ini. Tentu selaras dengan apa yang kita gagas hari ini kita harus menjadi kalisator bangsa. Peran kita adalah menyadarkan semua orang untuk menerima perbedaan.

Senada, Bendahara Umum Dadan Irawan Sarpingi, BA. MIBA menjelaskan, mengenai kondisi geopolitik hari ini. Berdasarkan prediksi world bank pada tahun ini ancaman resesi ekonomi itu nyata. Ia mengungkapkan kondisi itu akan membuat banyak sekali kejahatan kriminal akibat kemiskinan. Oleh karena itu sebagai Alumni Lemhanas kita semua harus menguasai baik itu geopol, geoekonomi. (RI)

Penulis:

Baca Juga