Dr. Isradi Zainal: Tetap Berkomitmen, Berkontribusi serta Mengawal Pemindahan dan Pembangunan IKN Nusantara

IKN

RadarKotaNews, Kaltim - Menyikapi isu adanya nama orang lokal yang akan masuk ke dalam struktur Badan Otorita IKN Nusantara mengarah pada dirinya selaku Rektor Universitas Balikpapan (Uniba), bahwa, dirinya tetap berkomitmen dan akan terus berkontribusi, kapanpun dan dalam posisi apapun, dan masih tetap akan terus berkomunikasi memberi masukan kepada Pak Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe sebagai Kepala dan Wakil Kepala Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Demikian dikatakan Isradi Zaenal, di Balikpapan.

Lebih lanjut Isradi mengatakan, komunikasi tersebut dapat terkait misalnya, IKN dan penyangga, akan memberikan masukan bahwa kota penyangga itu bukan Samarinda dan Balikpapan saja. Tetapi Kukar dan Penajam Paser Utara harus juga dimasukan sebagai daerah penyangga.

Saat kedatangan Ketua dan Wakil Otorita IKN, pihaknya sempat berdiskusi banyak hal tentang IKN ke depan. Dalam perbincangannya itu, Ketua dan Wakil Kepala IKN Nusantara menyampaikan akan memprioritaskan orang Kalimantan Timur atau Kalimantan. Namun demikian, prioritas orang Kaltim untuk duduk di dalam Badan Otorita IKN Nusantara itu harus memiliki kemampuan atau dianggap bisa berkontribusi dalam visi IKN itu sendiri.

Dr. Isradi Zainal, Rektor Universitas Balikpapan (Uniba)

Selain itu, meskipun yang bersangkutan orang Kaltim harus juga dilihat tentang rekam jejak digitalnya. Seperti memiliki perhatian serius terhadap IKN, karena ini merupakan hal yang serius. Jika ada tokoh yang selama dua tahun belakangan ini tidak ada perhatian sama sekali terkait IKN lalu tiba-tiba masuk, justru berarti menunjukkan ketidakpedulian.

"Terkait dengan peran Fakultas Teknik, bahwa secara keseluruhan, bukan Fakultas Teknik tertentu saja. Jadi kalau bicara mengenai bagaimana terkait keteknikan, bahkan kami sempat mengajak Dekan Fakultas Teknik se Indonesia untuk berkumpul di Ternate pada Desember tahun 2021 lalu dalam rangka untuk mendukung IKN. Kemudian memberi rekomendasi, seperti rekomendasi tentang bencana alam hingga bicara energi baru dan terbarukan," tandasnya.

Prinsipnya menurut Isradi, siap jika dilibatkan menjadi bagian dari tim Otorita IKN. Meskipun sering berkomunikasi dengan Kepala dan Wakil Kepala Otorita IKN Nusantara, namun tidak berarti mengajukan diri, saya menolak dikatakan mengajukan diri, karena tipikal saya tidak pernah mau menawarkan diri.

Isradi menegaskan mengenai pembangunan IKN, bedasarkan diskusi dengan Kepala Badan Otorita dan Wakil Kepala Badan Otorita IKN, terkait IKN tersebut, pertama adalah tentang sumber daya manusia dan pengembangan warga. Bahwa dalam pembangunan IKN itu, infrastruktur harus sejajar dengan SDM dan ketenagakerjaan, termasuk misalnya warga. Kedua, kalau ada patok-patok nantinya, pastikan mereka merasa aman dan nyaman, bahwa mereka akan lebih sejahtera ke depan, seperti di Tiongkok, kalau mereka digusur akan mendapat tempat yang lebih bagus.

Terkait dengan IKN, duduk ataupun tidak duduk di struktur Badan Otorita IKN. Saya akan tetap jalan mengawal. Apapun isunya akan mengawal pemindahan dan pembangunan IKN. Tambahnya. (MZ).

Penulis: