oleh

DPP HMPI : HSN 2018, Santri Dituntut Adaptif

RadarKotaNews – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun ini memasuki tahun ketiga. Pemerintah melalui Kepres Nomor 22 Tahun 2015, menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Tanggal 22 Oktober ini dipilih sebagai HSN mengacu pada peristiwa Resolusi Jihad yang spiritnya dilecut oleh KH. Hasyim Asy’ari (1875-1947) tepat pada tanggal 22 Oktober 1945.

Demikian di katakan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Pascasarjana se Indonesia (HMPI) Dyah Arum Sari lewat pesan tertulisnya kepada RadarKotaNews.com, Senin (22/10/18)

Menurut Dyah, Hari santri diperingati sebagai bentuk upaya preservasi terhadap jati diri bangsa Indonesia yang religius, humanis, naturalis, demokratis, nasionalis, patriotis, kulturalis, etis dan moralis.

Seiring semakin kompleksnya permasalahan ekonomi, politik dan sosial, peringatan hari santri merupakan representasi spirit jihad, memproduksi energi preventif yang diharapkan mampu menjadi penyeimbang ditengah gejolak perubahan budaya dan pergeseran pola pikir yang terjadi dimasyarakat.

“Dalam era kemerdekaan, pesantren pun turut ambil bagian dalam menjalankan amanat konstitusi yakni turut mencerdaskan kehidupan bangsa,”ujar Dyah yang juga Alumni Pondok Pesantren Al Ihsan Blambangan, Bululawang, Malang, Jawa Timur yang diasuh oleh Alm. K.H Alwi Murtadlo

Selain itu, Dyah sangat mengapresiasi ikhtiar pemerintah dalam memelihara identitas diri umat islam sebagai manusia yang berbangsa dan bernegara yang mempunyai tujuan untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Sebagai generasi muda, Dyah mengajak seluruh anak bangsa di momentum HSN ini untuk menolak pemikiran subversif dan terus melahirkan gagasan-gagasan yang konstruktif. Di era yang serba digital, santri yang kerap diidentikkan dengan karakterisktik kuno, dituntut untuk lebih adaptif.

“Santri zaman now adalah santri yang tak melunturkan nilai-nilai kebajikan dalam berperilaku.” tukasnya

Tidak hanya itu, santri juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang integratif, santri zaman now juga dituntut untuk lebih aktif dan kreatif dalam berbagai sektor. Mari kita wujudkan Indonesia yang guyub rukun, damai, bebas dari agitasi terorisme.

“Selamat Hari Santri Nasional 2018. Bersama santri, damailah negeri.”(fy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed