DPP FSI: Taubat Kita Tidak Sempurna Kecuali Dengan Halal Bihalal

RadarKotaNews, Jakarta - Dalam rangka halal bihalal Kita berkumpul bersama jarkom jaringan komunikasi masjid dan mushola beserta DPP Front Persaudaraan Islam (FPI) Pasar Minggu, Alhamdulillah kita sering dengar istilah halal bihalal, apalagi setelah habis lebaran di mana-mana orang menggaung-gaungkan halal Bihalal.

Demikian di katakan Ketua Umum DPP Federasi Santri Indonesia Al-Habib Muhammad Hanif Bin Abdurrahman Al Attas Lc., Mp.D dalam acara Halal Bihalal Akbar oleh Jaringan Komunikasi Masjid dan Mushola Pejaten Timur serta Front Persaudaraan Islam FPI Wilayah Pasar Minggu, di Lembaga Pendidikan Miftahul Janah Jalan Swadaya I Gang Dadap, Pejaten Timur, jakarta Selatan, Rabu (25/5) malam.

Menurut dia, tidak ada kata yang spesifik tidak ada istilah halal bihalal sejarah karenanya istilah halal bihalal ini murni digariskan oleh ulama-ulama Indonesia oleh pendahulu pendahulu kita, istilahnya baru termasuk dari kekayaan Indonesia kekayaan umat Islam di negeri ini.

"Akan tetapi substansinya sesuai dengan syariatnya Baginda Nabi Besar Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dengan istilah tersebut sudah sangat luar biasa tepat Kenapa saya katakan tepat karena taubat kita tidak sempurna kecuali dengan Halal Bihalal," jelasnya

Maka dari itu, dalam riwayat disebutkan bagi orang yang menuduh orang lain zina tanpa syarat dan bukti yang terpenuhi, maka baginya selama 80 tahun amalan amalan nya tidak di terima oleh allah swt, naudzubilah suma naudzubilah.

Tradisi halal bihalal, Nggak cuma Berkumpulan di hari ini, tapi dari hari pertama lebaran kita Minal aidin wal faizin mohon maaf lahir batin itu namanya sudah halal Bihalal.

Baru-baru ini, kata Habib Hanif, di Kedutaan besar Inggris di Jakarta telah membuat pengakuan tentang masalah LGBT, dan telah terang-terangan mengesahkannya maka dari itu, kita selaku ummat Islam menentang dengan keras, LESBI Gay Transgender dan Biseksual, kita harus tegas karena itu merupakan dosa besar dan jelas jelas dilarang oleh ajaran agama kita, waspada terhadap bahaya LGBT,

"Kita minta pemerintah sekarang atau pemerintah yang akan datang agar waspada terhadap bahaya LGBT atau anak cucu kita yang akan jadi korban, maka dari itu, kita lawan bagi yang promosikan LGBT," pungkas Habib Hanif. (wawan)

Baca Juga