DPN LKPHI Dukung Polri Berantas Sindikat Penipuan Internasional di Indonesia

Foto: Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Dan Pemerhati Hukum Indonesia (LKPH Indonesia), Ismail Marasabessy (Ist)

RadarKotaNews, Jakarta - Dewan Pimpinan Nasional Lembaga Kajian Dan Pemerhati Hukum Indonesia (DPN LKPHI) dukung Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Berantas Sindikat Penipuan Internasional yang kini merajalela di Indonesia

Hal tersebut sebagaimana di sampaikan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Dan Pemerhati Hukum Indonesia (LKPH Indonesia), Ismail Marasabessy, S.H. Dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (14/9/2021)

Ismail mengatakan bahwa dirinya sangat mendukung Polri memberantas kelompok sindikat Penipuan Intermasional di Indonesia yang kini meraja lela di lingkungan Masyarakat.

"Upaya Polri menangkap dan mengejar kelompok sindikat para penipu dinilai sangat tepat," ujarnya

Oleh karena itu Ismail, sangat berharap kepada Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo untuk mengungkap kelompok Sindikat kasus Penipuan yang kini meresahkan Masyarakat, apalagi dalam kelompok tersebut terdapat orang-orang besar dan bahkan ada dugaan kami bahwa terdapat keterlibatan salah satu kader partai.

Maka dari itu, kami DPN LKPH Indonesia dan masyarakat mendukung penuh aparat kepolisian dalam hal ini adalah Direktur Tindak Pidana Saiber Bareskrim Polri Brigjen Pol. Asep Edi Suheri dan jajarannya untuk melakukan langkah-langkah progresif dalam rangka penangkapan dan pengungkapan kasus Sindikat Penipuan Internasional yang melibatkan beberapa nama orang besar bahkan secara tidak langsung sampai mencatut salah satu nama Menteri dalam kabinet kerja Pak Presiden Joko Widodo dan salah satu kader Partai Berkarya.

"Saya selaku warga Indonesia sangat mengutuk keras Kelompok sindikat Penipuan dalam segala bentuk aksi-aksi mereka," tegas Ismail

Atas nama DPN LKPH Indonesia mengutuk keras aksi penipuan yang dilakukan orang yang tidak bertanggung jawab, aksi penipuan yang merugikan masyarakat tersebut harus di berantas Mabes Polri dalam hal ini Direktorat Tindak Pidana Saiber karena ada indikasi kelompok sindikat penipuan ini dalam melakukan aksi bejat mereka menggunakan media Sosial.

"Saya menghimbau agar masyarakat senantiasa waspada terhadap para penipu yang masih berkeliaran di lingkungan masyarakat," pungkas Ismail. (fy)

Penulis:

Baca Juga