Distribusi BBM jenis Mitan ke Taliabu diduga abaikan HSSE, Pertamina Sanana terkesan tutup mata

Ilustrasi distribusi BBM yang mengabaikan HSSE.

RadarKotaNews, Malut - Distribusi secara ’serampangan’ BBM jenis Minyak Tanah (Mitan) dari Fuel Terminal Sanana ke Pulau Taliabu yang diduga milik PT. Fichaldi Sula Star sangat resistance (membahayakan-red). Pasalnya distribusi yang dilakukan PT. FSS milik Hi. Lasau ini mengabaikan standar HSSE.

PT. FSS diduga keras mengangkut BBM dengan menggunakan kapal Viber penampung ikan, namun sayangnya pihak Pertamina Sanana terkesan menutup mata, padahal ini jelas mengabaikan kesehatan dan keselamatan kerja atau K3 yang dikenal dengan Health, Safety, Security, and Environment atau HSSE sesuai standar pengangkutan yang diharuskan PT. Pertamina.

Seharusnya ini tidak boleh terjadi, dan pihak Pertamina Sanana segera menertibkan, karena seluruh perusahaan dan pekerja wajib berkomitmen guna menjalankan proses, bisnis BBM secara aman, sehat, dan berwawasan lingkungan.

Semua pihak harusnya memperhatikan, bahwa akibat mengabaikan HSSE kerap menimbulkan kebakaran yang kemudian tumpahan minyaknya mencemari laut.

Hal ini yang kemudian menjadi tanda tanya besar, apa kapal viber penampung ikan tersebut sudah mendapatkan izin pendistribusian BBM dari Pertamina Sanana ???
Apa Pertamina Sanana mengeluarkan izin untuk angkut BBM menggunakan Viber penampung ikan ???

Sedangkan masih banyak kapal SPOB yang sesuai standar pengangkutan dan memperhatikan HSSE, yang harusnya bisa digunakan, atau apa ini sebuah permainan guna menekan biaya pendistribusian.

Tentu menyangkut persoalan ini perlu mendapat perhatian dari pihak terkait, baik manager HSSE pusat maupun wilayah Maluku-Papua, dan juga pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dalam hal ini Disperindagkop serta Dirpolair Malut atau Satpolair Res. Kepulauan Sula, mereka harus serius menangani pengangkutan BBM secara ’serampangan’ (Liar-red) demi untuk menjaga wilayah laut dari pencemaran tumpahan minyak.

”Bahaya sekali, secara berulang kali mengangkut BBM diatas dek kapal yang over kapasitas menggunakan drom kemudian dimuat di kapal Viber penampung ikan", ujar sumber kami yang mengetahui masalah ini, Jumat (3/6).

Lebih lanjut sumber kami menjelaskan jika BBM jenis mitan tersebut diangkut dari Fuel Terminal Sanana menuju Pulau taliabu

Sementara itu, sampai berita ini diturunkan, media ini coba meminta klarifikasi dari Dinas Perindagkop Pemda Sula, termasuk juga memintai keterangan pihak Syahbandar KUPP kelas lll sanana juga fungsi pengawasan muatan barang berbahaya di pelabuhan asal tempat pengangkutan BBM tersebut. (RL)

Penulis:

Baca Juga