oleh

Diskoperindag Koordinasi dengan Pertamina soal kelangkaan BBM di Sanana

RadarKotaNews, Sanana – Kepala Dinas (Kadis) Koperasi, Perdagangan, dan Perindustrian (Koperindag) Ibu Sofy angkat bicara soal kelangkaan BBM di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), kelangkaan ini terjadi pada hari Sabtu-dan Minggu, hari libur dimana tingkat konsumsi masyarakat atas kebutuhan BBM meningkat. Kepada awak media radarkota.news Minggu malam (8/12) Kadis Koperindag menjelaskan telah melakukan Koordinasi dengan pihak Pertamina unit Pemasaran VIII depot Sanana.

“Kelangkaan BBM di Sanana terjadi karena keterlambatan Distribusi dari Pertamina, jadi kapal tanker yang menyuplai BBM ke Sula mengalami keterlambatan,” ujar Ibu Kadis Koperindag.

Lebih lanjut beliau mengatakan atas keterlambatan ini pasokan BBM ke Sula mengalami penurunan sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Biasanya Pertamina memasok BBM sebanyak dua kali, untuk jenis Premium dan Pertalite, namun Jumat kemarin hanya satu kali,” tambah Kadis Sofy.

Sementara itu atas kelangkaan BBM di Kota Sanana, para spekulan ditingkat pengecer mematok harga BBM dengan harga tinggi yang kemudian dikeluhkan masyarakat.

Menanggapi hal ini, Kadis Koperindag Ibu Sofy menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah tidak mengatur HET (Harga Eceran Tertinggi), Kami menyarankan pelanggan mengkonsumsi BBM melalui SPBU resmi Pertamina.

“Kami tidak pernah mengatur harga BBM ditingkat pengecer, kalo SPBU memang sudah ditetapkan pemerintah pusat dengan harga BBM satu pintu,” jelas Ibu Sofy.

Kadis Koperindag juga mengatakan telah melakukan koordinasi dengan pihak Pertamina Sanana,

“Insha Allah besok hari Senin pagi sudah normal kembali, Kami terus berkoordinasi. Bahkan besok saya meminta untuk SPBU buka lebih dini, jam 7.00 pagi sudah harus melayani masyrakat,” tutup Ibu Sofy. (RL)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed