oleh

Diguyur Rp 51 Miliar KPK Jadi ‘Ayam Sayur’

RadarKotaNews, Jakarta – Pada awal tahun 2020 ini, Komisi Pemberantasan Korupsi mendapatkan ‘kado istimewa’ dari pemerintah yang dipimpin Joko Widodo, yakni duit puluhan miliar yang digelontorkan kepada Firli Bahuri dan pejabat KPK, untuk asuransi kesehatan dan jiwa.

Demikian disampaikan Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA), Jajang Nurjaman, dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (21/1/2020).

Disampaikan Jajang, asuransi kesehatan dan jiwa KPK di tahun 2020 memang bombastis, totalnya sebesar Rp 51.242.001.000.

“Nampaknya dengan kado yang diberikan Joko Widodo dan DPR ini cukup membuat KPK terbuai dan pada akhirnya lemah alias melempem. Entah memang ada niat atau tidak dari Joko Widodo, kita bisa melihat kondisi KPK yang menyedihkan saat ini” kata Jajang.

Menurut CBA, kado Jokowi untuk jajaran pejabat KPK sampai Rp 51 miliar ini terasa mubazir. Karena kinerja KPK di bawah pimpinan Firli Bahuri terlihat melempem, bahkan terkesan tidak lagi bertaji, dan KPK menjadi ‘ayam sayur’ buat pemerintahan Joko Widodo.

Integritas KPK, kata dia, memasuki tahun 2020 seperti tenggelam ke dasar rawa, keganasan KPK selama ini tidak lagi terlihat. Itu, kata dia, terbukti dengan kasus yang melibatkan oknum PDI Perjuangan.

“KPK seperti tidak berdaya bahkan tidak berani melakukan penggeledahan di Kantor PDIP padahal penting demi penyelidikan,” kata Jajang.

Terbaru, pimpinan KPK Firli Bahuri malah seperti pejabat biasa yang bisa seenaknya ditekan oleh oknum elite. Seperti yang baru-baru ini terjadi Pimpinan KPK malah harus repot memenuhi panggilan menteri Luhut. Hal ini jelas menunjukan marwah KPK semakin tenggelam di hadapan elite politik.

Berdasarkan kondisi ini, CBA merasa prihatin karena KPK sudah tidak lagi bertaji dan kehilangan marwah, tapi masih dimanjakan oleh Joko Widodo.

“Seharusnya kondisi KPK saat ini harus bangkit melawan para koruptor yang ada di Pemerintahan Jokowi,” kata dia.

“Kami berharap KPK segera bangkit, jangan mau terus-menerus dijadikan seperti ayam (yang jelas punya sayap tapi malah merangkak bukannya terbang). Lekas bangkit KPK, buat gebrakan misalnya melanjutkan pemanggilan paksa kepada wakil ketua DPR Muhaimin Iskandar atas kasusnya yang selama ini terbengkalai.” (war)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed