Diamnya Menteri AH Bisa Membenarkan Dugaan Skandal Asmara yang di Lakukan

Rifa Handayani

RadarKotaNews, Jakarta - Setelah mencuat dugaan skandal asmara terlarang antaran menteri berinisial AH, dengan wanita bernama Rifa Handayani, kini beredar rekaman percakapan antara pria yang diduga suami sah Rifa Handayani dengan menteri AH.

Skandal asmara terlarang itu pun kini menjadi sorotan publik. Sebab, hingga ramainya pemberitaan soal perselingkuhannya di media massa, media sosial, bahkan pelaporan di Mabes Polri, menteri AH masih saja tetap diam.

Terkait itu, pengamat politik Karyono Wibowo menilai AH bukanlah politikus baru di dunia politik Tanah Air. AH tentunya sudah memperhitungkan persoalan yang kini sedang melilit dirinya.

Disampaikan Karyono, sejauh isu itu tidak benar, memang tidak perlu diklarifikasi. Sebab, jika diklarifikasi maka akan berkepanjangan.

"Dia (menteri AH) ini menghitung risiko. Kalau diklarifikasi dampaknya akan panjang," ujar Karyono, Rabu (29/12/2021) pagi.

Dalam konteks politik, kata Karyono, memang lebih baik diam dalam menjawab atau menghadapi isu yang dituduhkan. Sebab, dengan diam isu perselingkuhan itu bisa dianggap tidak benar. Tetapi, dengan diam juga bisa dianggap isu itu benar karena tidak ada bantahan.

Ditunggangi

Isu perselingkuhan yang dialamatkan kepada menteri AH, yang juga disebut-sebut menjabat sebagai ketua umum salah satu partai politik di Indonesia, sulit dipisahkan dari kepentingan politik.

Apalagi, persoalan tersebut sudah lama terjadi, namun baru diungkap saat ini, ketika menteri AH itu namanya mulai masuk dalam daftar sejumlah lembaga survei sebagai bakal calon dalam pemilihan presiden mendatang.

"Sulit sekali ditepis ada muatan politik, dari isu yang beredar saat ini. Kan momentumnya dimunculkan jelang pemilu. Kan AH berkeinginan maju sebagai Capres-Cawapres. Di internal partainya sendiri terjadi konflik," kata Karyono.

Terkait siapa yang "menunggangi" dugaan skandal asmara terlarang AH itu, Karyono menyebut bisa dari internal partai AH, bisa pula dari luar partai.

"Itu kan partai yang sangat dinamis. Pertarungan di internal, turbulensi di internal partai itu kan terbuka. Beda sama waktu orde baru. Konflik tidak terbuka," kata Karyono.

Jadi, lanjut Karyono, daripada mengklarifikasi bisa menimbulkan polemik, memang lebih baik AH diam dalam menjawab persoalan asmara terlarang itu.

"Diam bukan berarti tidak ada upaya menyelesaikan masalah. Daripada menimbulkan polemik," kata Karyono, yang juga Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI).

Rekaman Bocor

Beredar rekaman yang berisi perbincangan diduga antara menteri AH dengan suami sah dari Rifa Handyani.

Dalam rekaman yang beredar terdengar suara seorang pria yang diduga sebagai menteri AH tampak menghubungi suami dari Rifa. Kemudian menteri AH membahas soal surat yang dikirim suami Rifa kepada dirinya.

Menteri AH memohon kepada suami Rifa untuk tidak membeberkan atau membocorkan masalah tersebut kepada berbagai pihak.

AH, si menteri itu lantas mengajak pihak Rifa untuk menyelesaikan persoalan yang ada dengan jalur kekeluargaan.

"Saya sudah terima suratnya, kalau saya pikir, kalau kita kan maunya tidak menimbulkan persoalan. Artinya kalau memang ada persoalan-persoalan kita selesaikan secara silaturahmi saja, kekeluargaan begitu," kata Menteri AH dalam percakapan yang beredar luas.

Menteri AH juga mengimbau agar masalah yang terjadi diselesaikan secara objektif dengan keluarga masing-masing.

"Tentunya hal-hal tersebut tidak perlu kita besar-besarkan, artinya tentu kita menginginkan objektif dari masing-masing kita, sehingga jadi pertimbangan utama kita. Ya intinya kalau masalah keluarga kembali kepada keluarga masing-masing, kan begitu," ujar Menteri AH.

Pria yang diduga ketua umum partai politik ini pun meminta maaf atas sikap istrinya yang sempat mengancam Rifa.

"Mungkin kalau yang terkait keluarga saya, saya mohon maaf. Ini kan ada masalah-masalah yang sifatnya emosional," ujar menteri AH. (Ipk)

Penulis: