oleh

Di Akhir Pekan Kurs Rupiah Masih Melemah

RadarKotaNews – Dalam penutupan perdagangan di akhir pekan, kurs rupiah masih melemah. Selama sepekan ini tercatat kurs rupiah terhadap AS melemah 0,46% ke level Rp 14.008 per dollar AS. Hal yang sama juga ditunjukkan di data kurs referensi BI yang berada di level Rp 14.001 per dollar AS atau turun 0,27%.

Pelemahan yang terjadi pada rupiah selama sepekan ini masih dipengaruhi aktivitas yang terjadi di benua Eropa dan Amerika Serikat (AS). Dari dalam negeri sendiri, rupiah masih minim sentimen yang memengaruhi pergerakannya.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim menyampaikan, salah satu faktor yang menyebabkan rupiah mengalami fluktuatif pada minggu ini ialah terpilihnya Boris Johnson menjadi Perdana Menteri Inggris. Terpilihnya Johnson bisa mendukung Inggris untuk segera keluar dari Uni Eropa.

“Keinginan Johnson ini memberi dampak pada Bank of England yang kemungkinan besar menurunkan tingkat suku bunga dari yang tadinya akan menaikkan suku bunga,” ujar Ibrahim.

Selain itu, Ibrahim juga menyebutkan rencana penurunan suku bunga The Fed juga masih memerngaruhi pergerakan rupiah selama sepekan. Ia bilang ada kemungkinan The Fed hanya akan menurunkan suku bunga sebanyak 25 bps dari yang sebelumnya direncanakan sebesar 50 bps. “Ini yang mengakibatkan pelaku pasar sudah tidak lagi menganggap bank sentral AS ini agresif, sehingga banyak pelaku pasar yang kembali mengoleksi dolar AS,” jelas Ibrahim.

Ibrahim menebak pada minggu depan rupiah masih akan melanjutkan tren pelemahannya. Sentimen penggeraknya antara lain rencana pertemuan AS dan Tiongkok di Shanghai untuk membicarakan perang dagang. Ibrahim berpendapat pertemuan tersebut kemungkinan tidak akan menghasilkan kesepakatan yang positif dari kedua negara ini.

Sependapat, Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri juga mengatakan, rupiah masih akan melanjutkan pelemahan di pekan depan. Pasar masih wait and see dengan rencana pemangkasan bunga The Fed.

“Dari pejabat The Fed sendiri masih terbagi, ada yang memandang pemangkasan suku bunga ini belum diperlukan dan sebaliknya ada yang menilai pemangkasan suku bunga harus segera dilakukan,” ujar Reny.

Reny menambahkan pelemahan rupiah ini juga karena minimnya sentimen positif dari dalam negeri. Menurutnya, pada akhir bulan seperti ini data-data dalam negeri yang dirilis jumlahnya minim. Hanya saja, Reny tidak menutup kemungkinan adanya sentimen positif dari dalam negeri seperti pengumuman kabinet terbaru Presiden Jokowi.

Pekan depan, Reny memperkirakan rupiah akan berada di kisaran Rp 13.900 – Rp 14.120 per dolar AS dengan kecenderungan melemah. Senada, Ibrahim memprediksi rupiah akan melemah di level Rp 13.900 – Rp 14.050 per dolar AS.

Rupiah ditutup melemah 0,22% ke level Rp 14.009 di akhir perdagangan Jumat (26/7)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed