oleh

Desvian: Mengakui Kalau Proses Amandemen Itu Tidak Dilakukan Dengan Baik

RKNews.com – Akademisi Universitas Uhamka, Dr. Desvian Bandarsyah menjelaskan bahwa proses amandemen UUD’45 sudah dilakukan sebanyak 4 kali dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2002.

“Kita harus mengakui kalau proses amandemen itu tidak dilakukan dengan baik, sehingga kemudian dirasakan oleh sebahagian besar masyarakat berjalan dalam keadaan yang tidak sehat, misalkan dalam persoalan pemilu melahirkan pemimpin-pemimpin yang cenderung bergelimang dalam korupsi,”ujar Desvian dalam acara diskusi publik dengan tema:” Kembali Ke UUD’1945 : Sebuah Kemajuan atau Kemunduran ?” Di kawasan menteng Jakarta Pusat, Kamis (10/11).

Sebenarnya persoalan bukan kembali kepada UUD’45 sebelum amandemen, kemudian kehidupan bernegara dalam proses yang demokratis tidak menghasilkan pelaku pemerintahan atau pemimpin yang korupsi, tetapi sistemnya yaitu kecerdasan masyarakat dalam memilih pemimpin itu yang harus dikembangkan. terangnya.

Menurutnya, tugas partai politik, para elit, para pengambil kebijakan dalam memberikan pencerahan dan proses pembelajaran politik kepada masyarakat luas.

“Namun sepajang itu kemudian tidak dilakukan, maka kemudian yang terjadi seperti hari ini, yaitu bagaimana kondisi politik di Indonesia penuh dengan money politik, harganya mahal, yang kemudian membuat kehidupan berbangsa dan bernegara semakin tercederai dan ketidak puasan berkembang secara luas,” katanya.

(Fy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed