oleh

Demokrasi Bukan Hanya Prosedural Pemilu dan Politik Melainkan Ekonomi

RadarKotaNews – Demokrasi bukan hanya prosedural pemilu dan demokrasi bukan hanya politik melainkan ekonomi, maka demokrasi yang kita bicarakan akan sangat bersatu untuk 5 tahun kedepan.

Demikian pendapat Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia periode 2017-2021, Asfinawati dalam diskusi bertajuk “Habis Gelap Terbitlah Terang Reformasi Dikorupsi atas situasi Indonesia 5 tahun Ke depan” yang digelar Proyeksi Masyarakat Sipil di Kawasan Wahid Hasyim, menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/10)

Lanjut dia, kita lihat amandemen UUD 45 dalam UU Amandemen hanya melalui Judicial review dan melalui Partai, ketika kita baca aturan untuk menjadi Capres sangat mahal apalagi diatur dengan aturan yang sangat. Itu tidak mungkin kalau bukan Partai besar.

“Dilevel itu kita hanya memilih calon yang sudah ditetapkan, jadi orangnya sudah dipilih oleh Oligarki, Namun jika kita lihat dari berbagai indikator rezim sekarang lebih solid dibandingkan orde lama, sekarang adanya multi Partai tetapi kita lihat dalam pemilihan pimpinan KPK bertengkar dan tidak ada perdamaian.”jelasnya.

Jaman dahulu menurut Asfi, kalau Presiden Soeharto ingin melakukan Korupsi hanya mengeluarkan Kepres dan itu sudah bisa terlaksana, karena itulah BPPC, Reklamasi, Buruh dll menggunakan Kepres. Akan tetapi sekarang tidak bisa harus menggunakan UU.

“Partai oposisi sepakat dalam banyak hal dan berkonsolidasi lebih tinggi lagi, sekarang adanya otda meskipun MK mencabut kewenangan Perda, daerah itu nyaris tidak bisa membuat Otonom. Jadi kesimpulannya adalah kekuatan oligarki sangat kuat.”tukasnya.(wawan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed