oleh

Demokrasi Adalah Cara Orang Berduit Untuk Merampok Keadilan

RadarKotaNews – Demokrasi itu memungkinkan ketidak adilan berpihak kepada rakyat. Demokrasi itu jantung politik, Demokrasi adalah cara orang berduit untuk memastikan merampok keadilan.

Begitu dikatakan Pakar Hukum Tata Negara Dr. Margarito Kamis, M.Hum dalam diskusi bertajuk “Pilkada Serentak 2018 dan Problem Demokrasi”, di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta, Minggu (25/03).

Menurutnya, Kepala daerah itu seperti jinak-jinak burung merpati, setelah selesai Pilkada, pemilihnya akan ditinggalkan dan diabaikan, sebab kata dia, Gagasan pintar, gagasan demokrasi itu muncul dari orang-orang berduit yang kaya bukan dari orang-orang miskin.

“Pemilu itu ada, demokrasi itu ada karena kita-kita ini memerlukan mahligai yang hilang. Harkat dan martabat manusia yang hilang.”katanya.

Sementata lanjut dia, Manusia disuruh melawan kotak kosong itu sungguh tidak bermoral, demokrasi memungkinkan hal-hal yang picik menjadi agung, hal-hal yang busuk menjadi baik.

“Hanya para cukong / china kaya yang dekat dengan Gubernur, kalau rakyat yang tidak berduit akan ditinggalkan oleh penguasa.”tuturnya.

Dijelaskan Margarito, Orang bodoh itu mainannya orang pintar, orang miskin itu mainannya orang kaya, sementara, Undang-undang Pilkada mengharuskan para calon berbuat curang, sebab menurut dia, kalau tidak curang berarti calon itu merupakan orang tertolol didunia. Itulah yang namanya Demokrasi.(Id)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed