oleh

Demo Tuntut Anies Mundur Bukan Masalah Kinerja, Melainkan Ketidak Sukaan

RadarKotaNews, Jakarta – Aksi demo menuntut Anies Baswedan mundur dari kursi DKI 1 bukan masalah kinerja, melainkan faktor ketidak sukaan pada Anies.

Demikian pendapat Anggota DPRD DKI Jakarta 2014-2019, Belly Bilalusalam, saat dihubungi, Kamis (16/1/2020).

“Kalau orang sudah nggak suka, bener saja salah, apalagi nggak bener!” kata pria yang karib disapa Belly itu.

Disampaikan politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, demo belum perlu dilakukan saat ini. Menurutnya, jika memang tujuan dari para pendemo itu untuk memajukan Jakarta agar lebih baik, maka bisa melakukan audiensi.

“Jangan buang-buang energi, lebih baik disimpan untuk bangun Jakarta lebih baik,” kata Belly.

Belly sendiri merasa aneh dengan kelompok yang melakukan aksi turun ke jalan, apalagi sampai menuntut orang nomor wahid di ibu kota untuk mundur, karena banjir. “Yang banjirkan bukan cuma Jakarta, tapi penyangga Jakarta juga banjir.”

Meski demikian dirinya merasa senang Anies di demo oleh kelompok massa yang dipimpin Abu Janda itu. Sebab, demo yang didasari atas dasar ketidak sukaan kepada Anies akan semakin membuat masyarakat cinta kepada mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tersebut.

“Saya senang dengan demo-demo begitu. Karena demo yang tidak substansial akan semakin menguntungkan Anies. Masyarakat akan semakin simpatik kepada Anies,” kata Belly.

Dirinya sendiri tetap mendukung Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta, untuk terus memperbaiki Kota Jakarta.

Seakan menggurui, Abu Janda mengatakan jika program Normalisasi Ahok diteruskan oleh Anies, maka banjir yang melanda Jakarta awal tahun lalu tidak akan parah.

Abu Janda lantas menyebut Anies tidak mau meneruskan program normalisasi sungai lantaran menghindari penggusuran. Menurut dia, jika Anies melakukan penggusuran hal tersebut akan merusak citranya untuk maju dalam Pemilihan Presiden pada 2024. (war)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed