oleh

Dana Hibah Rumah Ibadah Menjadi Bancakan Parpol Penguasa di Taliabu

Oleh: Rahman Latuconsina, SH

Mencuat ke Permukaan dugaan Mark-Up rehab Masjid Desa Nggele menjadi keprihatinan Kita semua.

Dana ratusan juta yang diperuntukan bagi kesejahteraan dan kenyamanan beribadah umat ludes digelapkan pihak tak bertanggung jawab.

Dugaan menguat bahwa Dana Hibah untuk rumah ibadah dikelola secara tidak berkah.

Aroma busuk mulai tercium sengat, konspirasi ini diduga melibatkan Bos Partai Politik Penguasa di Taliabu.

Contoh kasus di Desa Nggele, Diduga Ketua Panitia Rehab Masjid berasal dari Partai Penguasa, kemudian hal yang seharusnya tidak dilakukan yakni melibatkan pihak ke-3.
Disinyalir pihak ke-3 atau pelaksana pekerjaan juga dari Kader Partai yang sama, sehingga secara subyektif peluang melakukan Pemufakatan sangat terbuka.

Bagi-bagi ‘Kue Kekuasaan’ ternyata bukan hanya di Kota Kabupaten dan sektor strategis, pada sektor taktis dan di Desa hal ini juga terjadi.
Hilangnya Dana ratusan juta yang menyebabkan tidak selesainya pekerjaan Rehab masjid di Desa Nggele menjadi catatan kelam bahwa praktek politik mereka memang kejam.

Kini Kita hanya bisa berharap, agar pihak berwenang bisa mengusut kasus ini secara tuntas. Kembalikan Dana Umat, selesaikan pekerjaan rehab masjid Desa Nggele.

Seharusnya Partai Politik bisa memberikan contoh untuk perkembangan Demokrasi yang baik, bukan malah sebaliknya menjadikan Demokrasi sebagai kedok manipulasi, menjadikan Politik sebagai tempat berakrobatik.

Penulis adalah Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi Indonesia (AMPDI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed