oleh

Covid 19 dan Nasib Mahasiswa Perantau

RadarKotaNews, Jakarta – Hingga hari ini Covid-19 masih menimbulkan korban jiwa dan terus meningkat di berbagai pelosok negeri. Virus yang mulanya dianggap remeh oleh pemerintah kini menjadi hal yang sangat di takuti oleh masyarakat Indonesia.

Demikian di sampaikan Ketua Bidang Pemberdayaan Umat Himpunan Mahasiswa Islam (PU HMI) Cabang Jakarta Timur, Zacky Indra Laksana kepada radarkotanews, di Jakarta, Kamis (9/4/2020)

“Jika kita melihat presentase yang saat ini sedang di lakukan oleh pemerintah, ibukota menjadi tempat dengan banyak kasus terkait virus ini. Hal ini diakibatkan berbagai kebijakan untuk menghambat atau bahkan menghentikan penyebaran kasus ini dengan berbagai macam langkah,” ujar Zacky

Pada pekan pertama kata Zacky, kasus ini menyebar, pemerintah menganjurkan untuk melakukan social distancing atau menjaga jarak social antara satu individu dengan yang lainnya, kemudian selanjutnya pemerintah memerintahkan kepada seluruh masyarakat agar menjaga jarak fisik agar penularan virus ini bisa di minimalisir.

Meski demikian, hal ini bisa menjadi sebuah solusi ketika kita ingin menghentikan penyebaran virus ini, namun perlu diketahui bahwa banyak sekali masyarakat kita yang bergantung hidupnya pada pekerjaan-pekerjaan yang memungkinkan mereka untuk melakukan kontak fisik dan sebagainya.

“Ini menjadi persoalan untuk pemerintah yang bisa dicarikan jalan keluarnya agar masyarakat Indonesia bisa hidup normal serta penyebaran virus ini dapat kita cegah,” pesannya

Kemudian tambah Zacky, Penyebaran virus ini berdampak juga terhadap para pelajar dan juga mahasiswa yang melakukan kegiatan belajar mereka menjadi terhambat, dengan diadakannya kelas online atau sistem belajar berbasis teknologi kini para pelajar dan mahasiswa kerepotan karena harus memiliki paket kuota internet yang besar untuk digunakan setiap harinya.

Keadaan ini menurut dia, berdampak bagi mereka Mahasiswa perantau yang saat ini sedang berada dikawasan ibu kota yang masih harus melakukan kuliah online dengan biaya yang cukup tinggi untuk pengisian internet mereka.

“Keadaan ini harus bisa diperhatikan oleh pemerintah daerah atau pusat karena kebutuhan mereka akan hidup juga menjadi sedikit terganggu, pasokan kebutuhan yang biasanya dikirim dari kampung oleh keluarga kini tampak tidak seperti biasanya,” pesan Zacky

Sementara mereka saat ini kebingungan untuk bertahan hidup karena untuk mudik atau pulang kampung saja, pemerintah sudah memberikan statement bahwa mudik/pulang kampung tidak diperbolehkan untuk saat ini.

Keadaan ini harus bisa dibenahi agar para mahasiswa perantau bisa menjalankan kuliahnya dengan baik, lalu kebutuhan mereka juga bisa dicukupi selama pandemi ini berlangsung. “Penularan Virus ini bisa kita hentikan jika kita saling bahu-membahu untuk menolong sesama serta jangan ada lagi politisasi selama virus ini masih menyebar,”

“Untuk itu pemerintah diharapkan memberikan kebijakan terkait para mahasiswa yang jauh dari rumahnya ini dan mari kita lawan penyebaran virus ini agar negara kita bebas dari virus.” tutup Zacky.(fy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed