oleh

CIA Mempunyai Peran Dalam Kasus Freeport

Radarkotanews.com – Freeport yang menimbulkan banyak misteri permainan pejabat negara yang berimbas pada perpolitikan dan perekonomian Indonesia sehingga menimbulkan kerugian negara triliunan rupiah disertai tidak seimbangnya pembangunan di bumi Papua.

Pengamat dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) mengatakan permasalah yang terus muncul selama ini selalu mengenai perusahaan tambang terbesar di Indonesia adalah Freeport. Cadangan emas Freeport 95% nya ada di greesword Papua yang selalu menjadi incaran siapapun. Lokasi Freepor yang luasnya 2,6 juta Ha ini sama dengan 10% luas daratan Papua itu sendiri.

Menurut Salamudin dalam kontrak karya disebutkan kewajiban perusahanan untuk memberikan disvestasi saham sebesar 51%, jadi kalau pemrintah berniat membeli saham Freeport maka tidak akan ada kesempatan swasta untuk menguasai saham, jadi tidak akan ada “Papa minta saham”.

Salamudin mencurigai skenario Freeport yang mempunyai maksut memberikan kesempatan swasta untuk disvestasi saham. Seperti Newmont 51% dikuasai oleh swasta

“Saham Newmont 51% jatuh ketangan swasta, kemungkinan skenario ini yang akan diterapkan Freeport,” ucap Salamudin saat diskusi publik yang bertajuk “Pembegal UU dan UU Minerba vs Papa Minta Saham” di Restro Warung Komando kawasan Saharjo Jakarta Selatan, (6/12/2015).

Lanjut Salamudin, Undang-Undang (UU) No.4/2009 tentang minerba, sudah jelas bahwa perusahaan tidak boleh ekspor konsentrat dan harus membuat smelter. Tapi kenyataannya tidak ada perusahaan tambang yang melaksanakan UU minerba ini. Kesulitan-kesulitan inilah yang diterobos dengan upaya lobi-lobi politik.

“Prisitiwa inilah yang memunculkan “Papa minta saham”,” tukasnya.

Sementara itu Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) Efendi Simbolon berpendapat bahwa meledaknya kasus Pelindo II merupakan gambaran terjadinya konspirasi, kemudian muncul kasus Freeport ini.

“Sayangnya meledaknya kasus Freeport ini diawali oleh pelaporannya Sudirman Said,” ujar Efendi.

Efendi melihat adanya skenario yang luar biasa yang mencoba membenturkan kekuatan antara yang pro dan kontra. Padahal mekanisme penyelesaian masalah kontrak karya Freeport harus mendapat pertimbangan DPR, disitulah skenario dibuat.

“yang menginginkan Novanto keluar dari dalam partainya sendiri,” tuturnya.

Efendi juga menilai bahwa CIA mempunyai peran dalam kasus Freeport, kita dibenturkan sesame anak bangsa. Effendi juga menyatakan bahwa Novanto banyak membantu Jokowi dalam hal konstitusional. Kita juga harus berhati-hati dengan Freeport, kalau salah menangani akan menimbulkan bahaya, soalnya Papua gennya ke melanisia bukan ke kita.

“Kalau mereka bilang bicara mengenai Freeport di Papua harus dengan orang Papua, maka habislah kita,” pungkasnya.(ans)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed