oleh

Catatan Seorang Rakyat

Oleh: Ismail marasabessy

Jika surat terbuka dikirimkan melalui Media Sosial kepada Presiden untuk Memperbaiki stabilitas Agama, Ekonomi, Hukum, Politik, dan semua yang perlu di stabilkan adalah kesalahan, maka biarkanlah kaki ini melangkah menuju Depan Istana untuk menyampaikan secara langsung dengan mulut ini agar Presiden Mendengar Surat Terbuka yang di bacakan secara langsung.

Apabila Surat terbuka adalah pelanggaran pidana maka berikanlah penjelasan untukku agar aku paham dan mengerti tentang kedudukan hukum yang menurut kalian (Pemerintah) itu adalah pelanggaran.

Wahai Bapak Presiden Kini kondisi Negara Indonesia semakin memprihatinkan, maka bukalah mata dan telinga untuk melihat serta mendengar jeritan rakyat yang kini merasa di khianati.

Wahai Bapak Presiden, bulan ini adalah bulan haji dimana umat Islam harus melaksanakan kewajibannya menunaikan Ibadah haji sesuai perintah yang Maha Kuasa. Namun kenapa engkau biarkan Pembantumu (Menteri Agama) memberitakan bahwa tahun ini jama’ah Haji tidak di berangkatkan. Dengan alasan Covid-19.

Wahai Bapak Presiden, Masyarakat Indonesia yang mayoritasnya adalah umat Islam kini meminta kepadamu untuk segera melakukan diplomasi dengan Raja Arab agar segera memberangkatkan Jama’ah Haji dari Indonesia.

Jika semua itu tidak di Indahkan maka kami mohon dengan segala hormat, dengan segala kebijaksanaanmu, dengan segala kewibawaanmu, dengan segala kerendahan hatimu, dan dengan segala Jiwa Kebangsaanmu. Pertimbangkanlah kembali Kepemimpinanmu. dan kepemimpinan Pembantumu (Menteri Agama) apakah masih layak memimpin.

Dan sampai kini isue mulai berkembang di telinga masyarakat bahwa dana haji mau di pakai untuk kepentingan di luar Ibadah Haji. Sungguh Zholim

Sehubungan dengan semua itu maka kami berharap kepada Pembantu Presiden (Menteri agama) agar jangan asal dalam menjalankan birokrasi di wilayah Keagamaan.

Karena kegagalan Kalian semua para Penyelenggara Negara (Presiden sampai tingkatan RT) maka sudah sewajarnya kalian semua bersikap bijak dan arif untuk mundur dari jabatannya masing.

Terutama menteri Agama. Pembantu yang tidak memiliki wawasan atau keilmuan Agama.

Salam Hormat,

Penulis adalah Mantan Koordinator Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Nasional. Periode 2016-2017

Mantan Presiden mahasiswa Universitas Jayabaya, Periode 2017-2018

Mantan Sekretaris Jenderal Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Indonesia. 2017-2018

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian dan Pemerhati Hukum Indonesia (Sekarang).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed