oleh

BPH Migas: BBM yang Dimiliki Pertamina Masih Jauh di Bawah Stok

RadarKotaNews, Jakarta – Cadangan operasional BBM yang dimiliki badan usaha niaga BBM selama ini beragam. Namun masih ada badan usaha yang hanya menyediakan cadangan BBM di bawah tujuh hari. Hal ini dihitung saat kondisi normal, sebelum terjadinya pandemi Covid-19.

Demikian di katakan Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Jugi Prajogio dalam keterangan nya, Sabtu (19/09/2020)

“Sangat bervariasi (cadangan operasional BBM), ada yang kurang dari tujuh hari dan ada juga yang lebih dari 14 hari. Itu kondisi normal ya, bukan dalam pandemi Covid-19,” jelasnya

Pasalnya kata Jugi, data stok operasional BBM badan usaha niaga tersebut rata-rata memang masih jauh di bawah stok BBM yang dimiliki PT Pertamina (Persero) selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor minyak dan gas bumi.

“Tahun lalu sebelum adanya pandemi Covid-19, Pertamina sempat mengungkapkan bahwa stok BBM perseroan rata-rata berkisar selama 21 hari, seperti stok bensin merek Premium bisa untuk 21 hari, Pertamax 22 hari, LPG 17 hari, dan avtur bisa untuk 46 hari,” beber Jugi

Namun, saat awal Covid-19 terjadi, pada pertengahan April 2020 Pertamina mengungkapkan stok BBM saat itu melonjak, mencapai sekitar 30-an hari untuk bensin dan bahkan lebih dari 90 hari untuk avtur.

“Secara rinci stok Premium pada awal April bisa tersedia untuk 35 hari (1,48 juta kl), Pertamax 41 hari (1,2 juta kl), Solar 33 hari (2,05 juta kl), Avtur 91 hari (514.788 kl), Pertamina Dex 77 hari (78.631 kl), dan LPG 16 hari (347.779 kl).” jelasnya. (fy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed